Sukses

Heboh Sepeda Hilang dan Foto Imam Nahrawi di Alun-alun Blora

Liputan6.com, Blora - Gelaran Gowes Nusantara 2019 di Alun-alun Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diikuti ribuan peserta pada Minggu (22/9/2019) pagi.

Namun acara yang digagas Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu menyisakan kisah pilu. Kabarnya, banyak peserta yang kehilangan sepeda.

Mochamad Jumarno, warga Blora mengaku kehilangan sepeda. Saat itu dirinya tengah berjalan berkeliling alun-alun. Tak berapa lama, setelah dia kembali sepedanya raib. Upaya pencarian pun dilakukan, namun nihil.

Jumarno akhirnya lari ke kantor polisi. Apalagi dia mengaku mendengar curhat yang sama dari banyak peserta yang kehilangan sepeda.

"Tadi itu saya sebentar meninggalkan sepeda saya. Selain saya, juga ada peserta Gowes dari Bojonegoro yang kehilangan sepedanya, namun tidak laporan ke polisi," ujar dia kepada Liputan6.com.

Dia pun menyayangkan keamanan di sekitar alun-alun Blora yang tidak dipasang CCTV. Terlebih peristiwa kehilangan sepeda di alun-alun sudah sering terjadi.

"Bisa dibilang sekitar alun-alun tak aman karena tak ada CCTV nya padahal itu pusat kota, dan orang kehilangan sepeda sudah sering. Saya lapor polisi biar diurus juga dan alun-alun Blora bisa dipantau," kata dia.

Aiptu Bambang Edy Purnomo, bagian SPKT Polsek Kota Blora mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kehilangan sepeda dari peserta Gowes Nusantara. Laporan itu tercatat dengan nomor: LP/B/19/IX/2019/Jateng/Res.BLA/Sek.Blora, tanggal 22 September 2019.

"Ini sudah dibuatkan laporan mas. Pasal 362 KUHP soal pencurian dan sesuai laporan," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Heboh Foto Menpora Imam Nahrawi

Selain soal kehilangan sepeda, peserta Gowes Nusantara juga dihebohkan oleh foto mantan Kemenpora Imam Nahrawi yang masih terpasang di latar belakang atau backdrop baliho acara.

Sontak foto tersebut jadi perbincangan peserta dan warga sekitar. Apalagi Imam Nahrawi baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi hibah dana Koni. Baliho tersebut diketahui terpasang sejak Sabtu 21 September 2019.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Slamet Pamuji mengatakan, tidak ada yang perlu ditanggapi atau diklarifikasi soal baliho tersebut.

Dia melanjutkan, baliho tersebut juga akan dicopot saat acara Gowes selesai. 

"Itu kan acaranya Kementerian Pemuda Olah Raga. Ya nggak apa apa, tersangka kan belum tentu bersalah, ada asas praduga tak bersalah," kata Slamet saat dikonfirmasi Liputan6.com.

Menurut Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora), Rudy Prijanto, Gowes Nusantara 2019 ini mengambil start dan finish di Alun-alun Blora. Dengan jarak tempuh untuk off road sepanjang 20 Kilo Meter (KM). "Sedangkan on road kira-kira 16 Km," sambungnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Lahirnya Pram-Pram Muda di Blora
Artikel Selanjutnya
Dolan Blora, Cicipi 3 Kuliner Khas Ini