Sukses

Menanti Paket Wisata Akulturasi Budaya di Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Tingginya potensi di Pantura Jawa Barat membuat sejumlah pengusaha travel harus berinovasi. ASITA Jawa Barat menyatakan akan membuat paket wisata tersendiri untuk kawasan Ciayumajakuning.

Koordinator Buyer dan Seller ASITA West Java Travel Mart (AWJTM) 2019 Daniel G Nugraha mengatakan, akulturasi budaya yang ada di Cirebon memiliki nilai jual dari sisi pariwisata.

"Seperti diketahui semua Cirebon masyarakatnya pluralis selain itu sejarah menyebutkan perkembangan Cirebon juga karena peran penting tiga etnis Tionghoa, Arab dan India," kata dia kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).

Sejumlah paket yang akan disiapkan oleh anggota ASITA yakni yang terkait dengan akulturasi budaya, keberagaman hingga warisan seni Cirebon.

Daniel mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk berupaya mengembangkan wisata ziarah ke makam salah satu anggota Wali Sanga yakni Sunan Gunung Jati.

"Wisata belanjanya ada religi ada wisata alam dan sejarah juga ada semua mendukung tinggal kita mengemas dalam paket yang menarik saja," kata dia.

Dia menyebutkan, pada AWJTM tahun 2019 ini, sebanyak 77 perusahaan bidang wisata hadir sebagai seller. Sedangkan untuk buyer diikuti 120 perusahaan dari 24 provinsi se Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia, Singapore dan Thailand.

Pada kesempatan tersebut, ASITA menilai aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka belum mengalami perubahan yang signifikan terutama terhadap masyarakat sekitar Pantura Jawa Barat.

2 dari 2 halaman

Bandara Kertajati

Ketua ASITA Jawa Barat Budijanto Ardiansjah mengatakan, selama ini dukungan BIJB terhadap dunia pariwisata masih kami anggap lemah. Bahkan, kata dia, BIJB hampir tidak memiliki peran dalam meningkatkan pariwisata di Jawa Barat khususnya Pantura.

"Kalau dinas iya masih mendukung buktinya event pariwisata saja tidak ada peran dari BIJB. Selama ini BIJB mash mengharapkan market Bandung Raya ini menurut saya salah," kata Budijanto.

Menurut dia BIJB harus menguatkan pasar di Cirebon. Selain karena wilayah operasi di Pantura Jawa Barat, maka potensi pasar terkuat di wilayah Ciayumajakuning.

Dia mengakui, masih banyak warga Cirebon yang enggan naik pesawat melalui BIJB Kertajati. Sementara itu warga Bandung Raya sendiri memilih naik pesawat melalui Bandara Soekarno Hatta.

"Apalagi penerbangan domestik di Husein sudah dipindahkan otomatis ada yang hidup dan mati. Nah jangan sampai yang satu hidup yang satu mati. Harus hidup keduanya. Jika Husein dpindahkan maka BIJB yang hidupkan lagi," kata dia.

Namun demikian, ASITA Jabar mendukung penuh rencana pemberangkatan umroh melalui BIJB Kertajati. Dia juga berharap peran kargo maksimal dilakukan dalam pengembangan bandara.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Misteri Benda Kuno di Lokasi Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Cirebon
Artikel Selanjutnya
Menanti Taman Hiburan Rasa Keraton Kasepuhan Cirebon