Sukses

Kepanikan di Pura Besakih Saat Gunung Agung Erupsi

Bali - Gunung Agung kembali erupsi dini hari tadi sekitar pukul 01.31 Wita. Erupsi itu bahkan menimbulkan getaran yang terasa di kawasan Pura Agung Besakih. Seorang saksi mata saat sedang beribadah di Pura Besakih menceritakan, erupsi terjadi saat situasi di area pura tengah ramai pamedek.

"Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan sangat keras, seperti suara bom. Bahkan, tanah di sekitar Pura Besakih bergetar sangat keras," ucap saksi mata bernama Ketut Ari, dikutip Jawapos, Kamis (4/4/2019).

Tak lama teriakan-teriakan pamedek yang menyebut Gunung Agung meletus langsung saling bersahutan. Situasi ini membuat para pamedek berhamburan, khususnya yang ada di areal pura dan juga di parkiran.

Banyak di antara mereka bergegas masuk ke dalam mobil. Sedangkan di tengah keriuhan itu, beberapa pamedek lainnya, turut meneriakkan dan mengimbau para pamedek untuk tenang.

"Saat itu banyak yang lari dan langsung masuk mobil masing-masing. Makanya tadi situasi di jalanan sempat macet. Kini situasinya sudah berangsur tenang (pukul 01.50). Tapi para pedagang dan sebagian pamedek masih siaga melihat situasi," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan PVMBG melalui MAGMA Indonesia, disebutkan erupsi Gunung Agung terjadi pukul 01.31 Wita. Teramati tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak (sekitar 5.142 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 3 menit 37 detik.

Gemuruh erupsi juga terdengar sampai Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Rendang. Meski begitu, sampai saat ini Gunung Agung tetap berada pada status siaga (level III).

Baca juga berita Jawapos.com lainnya di sini.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading