Sukses

Guru Honorer Cirebon Mengubah Pipa Bekas Jadi Lampu Hias

Liputan6.com, Cirebon - Seorang guru honorer Cirebon Chaerul Umam (25) memiliki cara kreatif dalam bertahan meniti karier sebagai pengajar. Chaerul Umam menyulap limbah pipa bekas menjadi barang benilai ekonomi. Pipa bekas diubah oleh Chaerul Umam menjadi lampu hias.

Ada empat kategori motif yang sudah dibuat dan siap dikirim ke pemesan, yakni motif kaligrafi, ornamen, animasi dan logo klub sepak bola.

"Kita menyesuaikan selera pemesan dan apa pun pesanannya kita usahakan bisa," kata Umam saat ditemui di kediamannya di Dusun Cantilan, Desa Japura Kidul, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2019).

Umam mengatakan, ide membuat lampu hias itu berawal saat ia dan rekannya, Afandi membuat lampu hias berbahan limbah pipa untuk kebutuhan pribadi.

Namun, tak disangka karya keduanya membuat orang lain tertarik. Umam dan Afandi pun banjir pujian saat lampu hiasnya itu diungah di media sosial.

"Saudara dan teman banyak yang pesan. Akhirnya kita seriusi ini," ucap Umam.

Pemesanan lampu hias bisa mencapai 15 hingga 20 buah dalam sepekan. Sementara, dalam sehari dia mampu memproduksi hingga 5 buah lampu hias.

Lampu hias produksinya itu sudah dikirim ke berbagai daerah, seperti Jateng, Jatim, Kalimantan, dan Aceh. Umam mematok harga Rp 100 ribu hingga 300 ribu untuk satu buah lampu hias.

2 dari 2 halaman

Ingin Masyarakat Terlibat

"Ke luar negeri pernah sekali yaitu ke India, lampu bermotif doraemon. Harga tergantung motif dan ukuran," kata Umam.

Sementara itu sistem pemasaran dilakukan melalui instagram dan facebook yakni @damarkreasi.

Selama ini, Umam mengumpulkan dan membeli pipa bekas dari tetangga maupun pedagang rongsokan. Guru IPA SMP NU Lemah Abang Cirebon itu memiliki cita-cita membuat rumah produksi lampu dengan konsep ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar.

Selain mengajar sebagai guru honorer di SMP, Umam juga mengajar mata pelajaran kesenian dan olahraga di Madrasah Ibtidaiah (MI) Wathoniyah Cantilan Kabupaten Cirebon.

"Ini tahun ke 10 saya mengajar di MI. Honor saya di sekolah kurang dari Rp 1 juta," kata dia.

Umam mengaku tetap bersyukur dan bisa membagi waktu antara mengajar dan memproduksi lampu hias.

"Ada teman-teman lain yang membantu. Kalau saya ikutan garap lampu itu setelah pulang mengajar," ucap dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Memburu Berkah Saat Mengantar Jenazah Patih Keraton Kanoman Cirebon
Artikel Selanjutnya
Patih Keraton Kanoman XI Meninggal Dunia