Sukses

Hutan Kota Indramayu Jadi Hutan Tumbuhan Liar

Liputan6.com, Cirebon - Keluh kesah Nanang berujung kecewa ketika melihat tidak ada perubahan dan perhatian serius terhadap pemeliharaan Hutan Kota Kayu Putih di sisi Jalan Pahlawan Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Hutan kota itu diresmikan Pemkab Indramayu pada Desember 2016 silam. Saat itu, deretan pohon kayu putih tumbuh berjejer dan membuat udara sekitarnya menjadi sejuk.

"Sekarang tidak terurus dan bahkan terkesan dibiarkan dan pintu gerbang selalu tertutup," kata Nana, Selasa (26/2/2019).

Penempatan hutan kota tersebut sebagai bagian dari keingian warga mendapatkan udara sejuk di tengah teriknya cuaca pantura. Taman kota juga menjadi salah satu destinasi wisata menarik jika terawat.

Nanang menyayangkan tidak terawatnya hutan kota karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Apalagi tumbuhan yang ada di hutan kota ini adalah kayu putih.

"Bisa buat edukasi juga ke anak-anak yang sedang menikmati hutan kota. Tapi ya mau bagaimana lagi," kata dia.

Deretan pohon kayu putih itu kini bersaing dengan rumput ilalang yang tumbuh liar di semua area tersebut. Pintu gerbang area hutan kota kini selalu terkunci rapat.

Dari luar, terlihat bangunan yang ada di dalamnya juga kondisinya mengenaskan. Kondisi hutan kota kayu putih yang terbengkalai bahkan memprihatinkan.

"Saat pertama kali diresmikan, hutan kota ini jadi harapan warga untuk tempat berteduh dan berekreasi. Tapi sayang seperti ini jadinya," ujar Nana.

Dia mengaku khawatir kawasan hutan kota tersebut disalahgunakan oleh oknum yang tak bertanggung jawab seperti melakukan perbuatan yang negatif.

Nana berharap, pemerintah daerah betul-betul merawat dan mengembangkan hutan kota kayu putih tersebut. Dia menilai, lokasi tersebut bisa menjadi daya tarik wisata yang menari. Apalagi, lokasinya dekat dengan pusat kota.

"Pepohonan rindang itu sekarang justru membuat pandangan dari luar jalan raya terhalang ketika ingin melihat secara detail ke dalam hutan kota," kata dia.

2 dari 2 halaman

Bulan Menanam

Warga lain Aika mengaku sangat kecewa melihat keberadaan hutan kota kayu putih yang terbengkalai. Sebelumnya, dia berharap area hutan kota menjadi tempat rekreasi yang menyegarkan sekaligus memberikan edukasi terkait pelestarian lingkungan.

Umi mengenang, hanya selang beberapa hari setelah hutan kota kayu putih diresmikan, dirinya sengaja datang. Saat itu, dia membawa dua anak balitanya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Rencananya, dia akan memperkenalkan tentang manfaat hutan dan pentingnya menjaga kelestarian hhutan.

"Saya sangat kecewa, begitu pula anak-anak saya ketika diajak ke Hutan Kota kondisinya seperti itu akhirnya kami kembali pulang, tidak jadi berekreasi ke hutan kota," keluh Umi.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat mengaku sudah mendengar adanya keluhan dari warga. Dia mengaku akan segera meneruskannya ke pemerintah daerah.

"Nanti saya koordinasi dengan dinas yang terkait karena sekarang dinas kehutanan sudah tidak ada," kata Taufik.

Dari informasi yang dihimpun, hutan kota kayu putih itu telah dicanangkan sebagai ruang terbuka hijau, sarana pariwisata alam, rekreasi, olah raga, penelitian, pendidikan, pelestarian plasma dan budidaya hasil hutan bukan kayu. Pencanangan dilakukan oleh Wakil Bupati Indramayu, yang kala itu dijabat oleh Supendi, Selasa, 6 Desember 2016 silam.

Pencanangan itu dilakukan bersamaan dengan acara Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Kabupaten Indramayu. Penanaman simbolik 20 tanaman di Hutan Kota Kayu Putih dan 4.000 tanaman mangrove di Blok Tegur, Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu.

"Secara bertahap, hutan kota ini kita lengkapi fasilitasnya. Seperti misalnya permainan anak-anak, track untuk olah raga dan perahu untuk kolam," tutur Supendi saat itu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kena OTT KPK, Begini Perjalanan Karier Bupati Indramayu Supendi
Artikel Selanjutnya
Wabup Indramayu Imbau ASN Tak Terbawa Suasana OTT KPK