Sukses

Khawatir Dianggap Melanggar Aturan KPU, Prabowo Batal Hadir di Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu - Calon Presiden Pravbowo Subianto dipastikan batal hadir di Bengkulu memenuhi undangan panitia Sidang tanwir Muhammadiyah ke 51 tahun 2019. Padahal spakduk berukuran raksasa bertuliskan Selamat Datang Prabowo Subianto sudah terpasang.

Spanduk raksasa selamat datang Prabowo Subianto itu menutupi hampir separuh Gedung KH Ahmad Dahlan berlantai 6 yang berada dalam komplek kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) tersebut.  Foto Prabowo yang terpasang berhadapan dengan Rektor UMB Sakroni cukup mencolok karena berhadapan langsung ke arah pintu gerbang utama kampus yang berada di Jalan Adam Malik Kota Bengkulu itu.

Ketua Panitia Pelaksana Tanwir Muhammadiyah 2019 Ahmad Dasan mengatakan, Prabowo sebagai Capres nomor urut 02 belum dapat memenuhi keinginan panitia dengan alasan sidang Tanwir Muhammadiyah dilaksanakan di Lembaga Pendidikan.

"Dikawatirkan melanggar aturan KPU," kata Dasan di Bengkulu 16 Februari 2019.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Sakroni menyatakan, kehadiran Prabowo yang diundang sebagai salah satu tokoh bangsa direncanakan memberikan pidato kebangsaan kepada warga Muhammadiyah di arena Sidang Tanwir. Tujuannya memberi pandangan-pandangan politik untuk membangun bangsa Indonesia kedepan.

"Kita berharap tanwir ini bisa menjadi ajang politik, tetapi bukan politik praktis melainkan politik kebangsaan yang membangun Indonesia lebih baik lagi,” tegas Sakroni.

 

2 dari 2 halaman

Muktamar 2020

Sidang tanwir Muhammadiyah ke 51 tahun 2019 di Bengkulu merupakan persiapan menuju perhelatan besar Muktamar Muhammadiyah yang rencananya dilaksanakan di Kota Solo Tawa Tengah tahun 2020 mendatang.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bengkulu, Dr H Syaifullah M.Ag mengatakan, sidang Tanwir berada satu lapis di bawah sidang Muhktamar, peserta yang terlibat adalah seluruh pimpinan baik di Provinsi maupun Pusat.

Sidang tanwir 2019 ini mengangkat tema beragama yang mencerahkan. Dengan beragama yang mencerahkan, pihaknya berharap, orang yang beragama secara subtansial dan aksesories dapat memujudkan kerja nyata untuk generasi penerus bangsa. Sehingga kesolehan suatu individual harus dibuktikan melalui konsep yang sudah ada.

"Dengan begitu, Tanwir ini mampu mempersiapkan diri untuk melangkah ke sidang Muhtamar Muhammadiyah pada 2020 mendatang," kata Syaifullah.

Simak video pilihan berikut ini:

Rekaman Video Pendeta Ditikam saat Misa
Loading
Artikel Selanjutnya
Di Era Jokowi, Harga BBM di Daerah Terpencil Sama dengan Jawa
Artikel Selanjutnya
Timses Prabowo: Indonesia Saat Ini Krisis Energi