Sukses

Rahasia Racikan Gentong Mas dari Garut Bisa Tembus Pasar Global

Liputan6.com, Garut - Musim hujan tiba, enaknya minum apa ya ? Jika Anda bosan hanya sebatas ngopi dan ngeteh semata, tidak ada salahnya mencoba minuman yang satu ini. Gentong Mas, produk herbal asli racikan pesantren dari Garut, Jawa Barat, boleh dicoba.

Minuman herbal dengan bahan utama gula aren dan Nigella Sativa (Jintan Hitam) Habatusauda ini, sangat cocok menemani saat dingin, selain menghangatkan tubuh, juga berkhasiat menyembuhkan ragam penyakit dalam. Komplit bukan?

Berada di lingkungan pesantren Sadang Lebak, kawasan Desa Situsari, Kecamatan Wanaraja, Garut, Jawa Barat. Produk ini sejak laama cukup digandrungi masyarakat ragam usia sebagai minuman pelengkap anda saat menemani suasana dingin anda.

KH Aceng Hasan, pemilik sekaligus pengelola produk Gentong Mas mengatakan, sejak pertama kali diproduksi hampir 1,5 dekade yang lalu, ia bersama santri yang selama ini menemaninya, selalu berupaya menghasilkan produk berkualitas dari alam tanpa embel-embel bahan kimia.

"Target kami adalah jangka panjang, selain sehat juga bermanfaat buat umat," ujar dia yang biasa dipanggil Abah di kalangan pesantren dan masyarakat Garut, saat ditemui Liputan6.com di dapur produksinya, Sabtu (3/11/2018).

Menggunakan stelan khas kiai dengan sarungan yang melekat di pinggangnya, ia tak canggung menjelaskan isi dapur Gentong Mas. Baginya kemanfaatan dan keberkahan usaha bagi umat, adalah segalanya dalam menjalankan roda bisnisnya selama ini. 

Bahan yang dipakai dalam ramuan itu memang sederhana, seluruhnya menggunakan produk langsung dari alam, sebut saja gula aren, Habbatusauda, lada hitam, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga dan cabe jawa, sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia.

"Kecuali Habbatasauda yang kami impor, seluruhnya kami menggunakan produk rempah-rempah dalam negeri," ujar Abah menerangkan bahan yang digunakan benar-benar berkhasiat dan aman bagi segala usia.

Tak ayal dengan segudang bahan herbal alami yang berkualitas itu, minuman yang sudah mendapatkan pengakuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat tersebut, cukup digandrungi penikmat sejati minuman herbal tanah air.

"Meskipun hasil pesantren, kami pun punya dokter khusus untuk konsultasi," ujar dia mengenalkan.

Beberapa khasiat yang telah dirasakan sejumlah konsumen antara lain menyembuhkan diabetes, kolesterol, asam urat, hipertensi (darah tinggi), rematik, asma, obesitas, maag kronis, batuk yang sudah menahun dan membangkitkan gairah seksual.

"Jika masuk angin karena kehujanan, pas rasanya minum Gentong Nas," ujar Abah tersenyum ramah sambil ikut menawari satu gelas seduhan Gentong Mas kepada Liputan6.com. Perbincangan pun bertambah hangat. 

Dan benar, saat pertama kali mencoba produk gula aren Gentong Mas dalam satu gelas berukuran 200 mili liter (ml) yang diberikan, rasa manis bercampur lada, langsung teras hangat di tenggorokan. 

 

 

2 dari 3 halaman

Mulai Merambah Pasar Global

Berdiri jauh dari kebisiangan kota besar yang cukup padat dan macet, tidak mengurangi pola pendistribusian produk Gentong Mas yang berada di perkampungnan kawasan pesantren Sadang Lebak Garut ini. Bahkan hingga kini produk rumahan khas pesantren ini, sudah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah tanah air.

"Kami juga pernah mengikuti pameran produk herbal dunia di Dubai, Guangzhou Cina, Arab Saudi, Korea Selata, Malaysia," ujar Abah menambahkan.

Abah mengenang, kesuksesannya selama ini bukan tanpa hambatan, berangkat dengan modal pas-pasan ia mulai memproduksi produk Gentong Mas secara massal.

Bersyukur, sejak pertama kali diproduksi 2003 silam lalu, produk Gentong Mas langsung berjodoh dengan lidah masyarakat Indonesia, sehingga dalam waktu singkat produk ini laris manis di pasaran.

"Bagi Anda yang berminat cukup beli di apotek terdekat," ujarnya.

Tak mengherankan proses pengolahan produk yang digawangi para santri dan masyarakat sekitar itu, selalu terdesak pesanan yang cukup tinggi dari masyarakat. "Biasanya pesan dulu, kami tidak buka otlet di luar Garut," ujarnya.

Bahkan mulai pertengahan tahun ini, Gentong Mas memiliki Boci Mas, 'saudara kandung' yang merupakan produksi baru dari turunan Gentong Mas. Merek baru ini ditujukan untuk meluaskan pangsa pasar dalam negeri, terutama kaula muda yang jumlahnya terus berkembang.

"Produknya sama hanya beda kemasan, nanti kami saling membantu," ujar Abah.

Tak mengherankan, meskipun terbilang baru, namun produk baru ini, kini telah menjadi magnet tersendiri bagi konsumen yang doyan menghabiskan akhir petangnya di kedai atau cafe kota Garut.

"Apalagi Garut dingin sangat cocok dengan Boci Mas," ujar Edwin, salah satu penjual Boci Mas menambahkan.

Abah menyatakan, di tengah persaingan ketat minuman herbal pasar dalam negeri, lembaganya terus berinovasi menghasilkan produk baru, namun tetap mempertahankan citarasa dan kualitas yang bagi konsumen yang telah setia menemaninya saat ini.

Untuk itu, menjawab kepercayaan konsumen, dalam satu tahun terakhir, lembaganya telah mendaftrakan seluruh produk yang dikeluarkan Gentong Mas dengan standar mutu tinggi sesuai BPOM.

Menurutnya, hanya dengan kualitas wahid dan aman dikonsumsi, kosumen bakal tetap setia pada produk Gentong Mas. "Tidak bisa ditawar lagi, jika rasa tidak sesuai langsung kami tarik," kata dia.

3 dari 3 halaman

Pola Pemberdayaan Santri dan Umat

Terlahir dari kalangan pesantren, darah bisnis Abah memang terlahir dari KH Ade Rosyid Hidayat, yang sebelumnya telah memproduksi minuman mineral 'Hikmatan' di lingkungan pesantren. Didikan yang selalu mengedepankan kejujuran dan produksi yang berkualitas, seakan menjadi pijakan utama.

Abah mengenang, awal mula menekuni Gentong Mas, terlahir dari ide untuk memberdayakan masyarakat dari sesuatu produk lokal yang terlihat biasa, namun manfaatnya lebih terasa oleh masyarakat luas.

Potensi gula 'kawung' alias aren yang melimpah di sekitar Garut dan daerah penyangganya seperti Tasaikmalaya, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran, dinilai memiliki potensi tinggi jika dipadupadankan dengan bahan rempah tanah air, yang kaya khasiat bagi tubuh.

"Seluruh bahan kami coba ramu sendiri, hingga akhrinya menemukan formulasi yang pas," ujar dia mengenang awal mula perjalanan bisnisnya.

Akhirnya dalam perjalan selanjutnya, masyarakat sekitar dan beberapa santri pesantren yang sudah beranjak usia dewasa, sengaja dilibatkan dalam produksi itu dengan sistem pengupahan layak tenaga kerja dalam negeri.

"Filosofinya, Gentong Mas itu ibaratnya wadah atau cawan, yang mampu mewadahi semua rizki yang bermanfaat bagi semua mahluk Alloh," ujar dia.

Cecep, salah satu warga sekitar yang telah bekerja sejak pertama kali Gentong Mas diproduksi, mengakui dampak dan manfaat keberadaann Gentong Mas bagi masyarakat sekitar. Selain proses pendidikan pesantren yang gratis, juga seluruh santri yang ada, mendapatkan pengalaman baru dunia kerja.

"Bukan hanya ngaji, tapi uang sakunya diberi juga oleh pesantren," kata dia.

Menurutnya pola pemberdayaan yang diberikan pesantren cukup tepat, selain mengajar ngaji, Abah yang juga pimpinan pondok pesantren Sadang Lebak itu, memberikan pendidikan tambahan berupa kewirausahaan bagi para santri. "Dengan Gentong Mas itu, perekonomian orang tua santri sangat terbantu," ujar Cecep.

Tak jarang dalam berbagai kegiatan masyarakat sekitar, keberadaan pesantren Sadang Lebak, kerap menjadi panutan warga sekitar dalam mencurahkan persoalan hidup. "Kami juga mengadakan pengajian bagi masyarakat umum setiap malam jumat, silahkan yang mau bergabung," ujar Abah menutup pembicarannya.