Sukses

Jasad Dosen ITB yang Hilang Ditemukan di Waduk Cirata

Liputan6.com, Cianjur - Suryo Utomo, dosen ITB (Institut Teknologi Bandung) yang dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di genangan air Waduk Cirata, Blok Merta tepatnya di Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Syafril Lubis mengatakan, Wawan, saksi yang pertama kali menerima laporan anak-anak yang menemukan jasad tersebut, bersama beberapa orang warga mendatangi tempat penemuan dan selanjutnya melapor ke kepolisian.

"Kami langsung mengirimkan anggota ke lokasi penemuan mayat tersebut, setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi, jasad korban yang diduga dosen ITB yang dilaporkan hilang, dibawa ke RSUD Cianjur, guna visum," ucap dia, Minggu (14/5/2017), dilansir Antara.

Adapun Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur Dendi Rahmat mengatakan, setelah melakukan visum dan mencocokkan keterangan dari pihak keluarga, pihaknya baru dapat memastikan jasad yang ditemukan warga mengambang di Waduk Cirata, adalah Suryo Utomo, dosen ITB.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, namun ada sejumlah luka terbuka dan memar yang diduga akibat benturan.

Jenazah Suryo pertama kali ditemukan dalam posisi tengkurap oleh anak-anak di sekitar genangan air Waduk Cirata Blok Merta, Kampung Jagabaya, Cianjur, yang sedang mencari kayu. Anak-anak tersebut kemudian melaporkan temuan mayat laki-laki itu kepada warga.

Sebelumnya, aparat Polres Cianjur, Polsek Ciranjang, menemukan kendaraan milik Suryo Utomo di tempat peristirahatan Citarum. Dosen ITB itu dilaporkan hilang pada Rabu, 10 Mei 2017, setelah mengantar ibunya ke Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung.

Polisi menemukan mobil Toyota Vios, warna perak dengan nomor polisi F 1031 DC, di Rest Area Citarum dengan kunci kontak tergantung. Mobil tersebut digunakan Suryo Utomo sebelum dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Yayan Sopandi, warga setempat, mengatakan sempat berbincang dengan Suryo Utomo, Rabu, 10 Mei 2017, yang pada saat itu pamit untuk kembali ke Kota Bandung. Namun keesokan harinya, dia masih melihat mobil dosen ITB itu terparkir di tempat yang sama, sedangkan pemilik tidak berada di dalam mobil atau lingkungan rest area.