Sukses

Terbongkarnya Penyelundupan Ratusan Burung Langka Hutan Borneo

Liputan6.com, Pontianak - Upaya penyelundupan ratusan burung kacer digagalkan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat. Burung langka dilindungi yang berasal dari hutan Borneo atau Kalimantan itu akan diselundupkan melalui jalur laut ke Pulau Jawa.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono menjelaskan, telah digagalkan BKSDA Kalimantan Barat dan oleh petugas Pos Pelabuhan Laut Dwikora Pontianak pengiriman sebanyak 300 ekor burung kacer atau Copychus saularis.

"Akan dibawa dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah. Burung ini tanpa dilengkapi dokumen yang sah, Surat Angkutan Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN)," ucap Sustyo Iriono di Kota Pontianak, Minggu, 6 November 2016.

Sustyo menyebutkan identitas pemilik atau pelaku berinisial CPN. Ia beralamat di Jalan Martadinata, Kelurahan Sungaijawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat.

Berdasarkan pengakuan pelaku, menurut Sustyo, burung tersebut diperoleh atau dibeli dari warga sekitar hutan di Kabupaten Sambas.

"Terhadap pelaku sementara sedang dimintai keterangan, dan diberikan pemahaman untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya," ujar Sustyo.

Namun demikian, Sustyo mengatakan, bila berminat pelaku didorong untuk menangkarkan burung. Saat ini, ratusan burung yang sudah disita ditempatkan di tempat aman.

"Diamankan di kandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat. (Selanjutnya) dilepaskan kembali di dalam kawasan konservasi," ujar dia.

Pada Minggu, 6 November 2016 sekitar pukul 10.15 WIB telah dilepas 103 ekor burung jenis kacer di sekitar kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak.

"Dan sekitar pukul 15.20 WIB telah dilepasliarkan 176 ekor burung jenis kacer di sekitar kawasan Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang," ia mengungkapkan.

Total keseluruhan burung kacer yang dilepaskan berjumlah 279 ekor dan yang mati 21 ekor. "Burung tersebut hasil pengamanan petugas di Pos Pelabuhan Laut Dwikora, Pontianak, sebanyak 300 ekor burung jenis kacer," Sustyo Iriono memungkasi.