Liputan6.com, Pekanbaru - Sebanyak 33 senjata api (senpi) rakitan kembali diserahkan Suku Anak Dalam kepada Kepolisian Daerah Riau melalui jajarannya di Polsek Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Suku yang biasa disebut Talang Mamak Riau ini biasa menyimpannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Biasanya digunakan untuk berburu. Melalui berbagai pendekatan, Polri berhasil meyakinkan masyarakat dari suku tersebut menyerahkan senjatanya," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu, 10 Agustus 2016.
Dengan penyerahan ini, sudah 47 senjata api rakitan laras panjang yang diserahkan Suku Anak Dalam kepada Polsek Batang Cenaku menyusul penyerahan 14 senjata serupa yang diserahkan sebelumnya.
"Selanjutnya, senjata ini akan dimusnahkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku supaya tidak disalahgunakan," kata Guntur.
Meski telah mengumpulkan puluhan senjata, Polda Riau tetap berupaya mendekati masyarakat Suku Anak Dalam lainnya supaya menyerahkan senjata yang masih disimpan.
"Kalau masih ada, sebaiknya diserahkan kepada petugas. Ini untuk kebaikan bersama supaya tidak membahayakan bagi masyarakat lainnya. Marilah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," imbau Guntur.
Guntur menyatakan kepemilikan senjata secara ilegal sudah diatur Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. Guntur menyebutkan, penyerahan senjata yang biasa disebut Gobok itu disaksikan Kapolres Inhu AKBP Ahmad Basuni, Danramil dan unsur Muspida.
Selain apresiasi, penyerahan senpi tersebut juga mendapatkan piagam penghargaan dan ucapan terima kasih dari Polri.
Suku Anak Dalam di Riau lebih dikenal dengan Talang Mamak merupakan suku tradisional yang hidup di pedalaman. Mereka bertahan hidup dari hasil hutan serta berburu satwa liar.
Selain menyebar di Indragiri Hulu, Suku Anak Dalam juga menyebar di sejumlah provinsi di Sumatera, seperti Jambi dan Sumatera Selatan.
Suku Anak Dalam Serahkan Puluhan Senpi Tradisional ke Polisi
Senpi tradisional itu biasa digunakan untuk berburu hewan demi mempertahankan diri.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1314037/original/092001500_1470890240-20160810_165624.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Budi Daya Maggot di Mataram, Solusi Masalah Sampah Jadi Bernilai5 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial19 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357442/original/090884500_1790248073-cek_fakta_pupr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)