Sukses

Kala Para Seleb Mewujud di Wayang Golek

Liputan6.com, Bandung - Demi menarik minat generasi muda, Wawan Ajen menciptakan konsep baru untuk wayang golek. Ia mencomot rupa tokoh-tokoh populer untuk pertunjukan wayang goleknya dan menamai pertunjukannya dengan Wayang Seleb.

Menurut Wawan, di setiap pertunjukan Wayang Golek, anak muda sekarang mudah bosan dan akhirnya pergi. Dia pun membuat ide yang berbeda agar seni pertunjukan wayang tetap digemari oleh semua kalangan.

"Kita membuat sebuah produk, sebuah branding bagaimana kita berupaya membuat sesuatu punya nilai jual. Ketika anak muda melihat Wayang Seleb, mereka jadi bertanya dan penasaran. Kalau Wayang Golek sudah umum," kata Wawan, Senin, 16 Mei 2016.

Tokoh populer yang menjadi inspirasi untuk wayang seleb itu tak hanya artis, tapi bisa pula para pejabat. Yang penting sosok itu memiliki popularitas. Salah satunya adalah Presiden Joko Widodo. Agar menarik, wayang seleb harus memberikan kejutan-kejutan dalam pertunjukannya.

"Seleb adalah orang populer, tidak semata artis saja. Ridwan Kamil, AA Gym, merupakan sebagai publik figur, politisi juga kalau lagi ngetren. Dan, presiden kita juga selebritis," ujar Wawan.

Di samping itu, seni pertunjukan wayang ciptaannya juga bersifat tematik karena bisa dilakukan dengan cerita dan tokoh berbeda. Namun, kata Wawan, semua pertunjukan tidak lepas dari pesan-pesan moral kepada masyarakat yang menyaksikan.

"Kalau di pesantren misalnya, kita memberikan pertunjukan Wayang Wali. Jadi, pertunjukan wayang ini tematik, tapi tetap ada pesan moral yang disampaikan," ujar dia.

Wawan tak menampik banyak pihak kontra dengan seni pertunjukan yang ia tampilkan. Meski begitu, kritik maupun sikap kontra oleh berbagai pihak membuat Wayang Seleb semakin populer.

Dia menambahkan, pertunjukan yang ditampilkan tidak lepas dari aturan wayang golek yang sudah ada. Namun menurut Wawan, aturan itu bukan merupakan suatu hal yang harus membatasi kreativitas.

"Ada kontra itu sudah pasti. Dengan adanya tantangan ini mereka semakin apresiasi. Semakin dihadang semakin membentang, semakin dibendung semakin melambung," kata Wawan. (Aditya Prakasa)

Loading