Sukses

Perjalanan Si Hidung Panjang Khas Kalimantan Pulang ke Alam

Liputan6.com, Banjarmasin - Siapa yang tidak tahu bekantan? Hewan sejenis kera itu punya hidung panjang yang menjadi ciri khasnya. Akhir pekan lalu, si hidung panjang kembali pulang ke alam liar. Tepatnya ke Pusat Penyelamatan Bekantan Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Sebelum dilepasliarkan ke alam, bekantan jantan yang tidak diketahui namanya itu diselamatkan warga saat terhanyut arus Sungai Barito. Hewan bernama latin Nasalis larvatus itu diselamatkan juru mudi kelotok penyeberangan sungai dan diletakkan di Dermaga Marabahan Kota.

Bekantan jantan yang diperkirakan berusia tujuh tahun itu kelelahan setelah berenang di sungai. Ia diduga mengalami trauma berat pasca-penyelamatan oleh warga. Maka itu, BKSDA Kalimantan Selatan menyerahkan kepada Sahabat Bekantan Indonesia untuk mengecek kesehatan dan merawat Bekantan sebelum dilepasliarkan.

"Sebelumnya bekantan tersebut diserahterimakan dari Ahmad Sadikin anggota Polisi Hutan (Polhut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Barito Kuala kepada kami SBI," kata Ketua SBI Amalia Rezeki di Banjarmasin seperti dikutip dari Antara, Senin (4/4/2016).
 


Setelah melalui pemeriksaan medis, pemberian obat antibiotik terhadap luka kecil serta multivitamin untuk memulihkan stamina bekantan itu, BKSDA Kalsel meminta SBI untuk segera melepasliarkannya di Pulau Bakut. Pelepasliaran itu diharapkan mempermudah pemulihan stres bekantan.

"Apalagi bekantan tersebut tidak memiliki riwayat penyakit bawaan yang bisa menularkan penyakit di alam nantinya," tutur Amalia.

Menurut Amalia Rezeki yang juga dosen di Universitas Lambung Mangkurat, bekantan yang diselamatkan warga itu bisa saja akan bermigrasi ke tempat lain karena habitatnya yang mulai rusak akibat kebakaran hutan dan alih fungsi lahan. Kerusakan itu menyebabkan ketersediaan pakan bekantan berkurang.

Sepanjang 2015 hingga sekarang, Tim Rescue dari SBI mengevakuasi bekantan sekitar 19 kali dan yang telah dilepasliarkan berjumlah 11 ekor. Lima ekor hidung panjang kini sedang dirawat, sedangkan tiga ekor lainnya tidak tertolong karena mengalami luka bakar yang cukup serius.

Loading