Sukses

19 Kursi Partai Golkar di DPR Diisi Kader Perempuan

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar meraup jumlah kursi kedua terbanyak di DPR RI. Totalnya 85 kursi. Sebanyak 22 persen atau 19 kursi ditempati oleh kader perempuan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Hetifah Sjaifudian dalam syukuran ulang tahun KPPG. Dia mengapresiasi banyak kader perempuan lolos ke DPR periode 2019-2024.

"KPPG mengapresiasi keberhasilan Partai Golkar mendapatkan 85 kursi DPR RI, dari jumlah itu 22 persen atau 19 kursi diisi oleh kader perempuan," ujar Hetifah di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Hetifah juga mengapresiasi karena 11 dari 19 kader perempuan yang lolos adalah wajah baru. Tujuh calon legislatif lainnya adalah petahana.

"Beberapa di antara mereka juga terhitung senior dan berpengalaman seperti Meutya Hafidz, Nurul Arifin. Ada juga wajah baru Christina Aryani juga dari generasi milenial Puteri Komarudin," kata Hetifah yang juga caleg petahana yang lolos dari Dapil Kalimantan Timur.

Selain itu, KPPG juga akan terus mengembangkan diri supaya target 30 persen keterwakilan perempuan dalam politik betul terealisasi. Lebih lanjut, Hetifah mengatakan perempuan Golkar siap bekerja keras di segala posisi.

 

2 dari 3 halaman

Perjuangkan Aspirasi Perempuan

"Karena banyak kebijakan publik yang membutuhkan pikiran dan kebijaksanaan seorang perempuan," ujar Hetifah.

Tak hanya itu, Hetifah juga menegaskan KPPG mengajak semua pihak berkontribusi menciptakan suasana damai serta kita harus saling menghargai hasil pemilu. Hetifah berharap adanya signifikan peningkatan kualitas.

"Kita kompak sesama perempuan Golkar dan caleg lainnya agar bisa memperjuangkan aspirasi para perempuan," tuturnya.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Agung Laksono: Golkar Raih Suara 13%, Airlangga Hartarto Patut Diapresiasi
Artikel Selanjutnya
AHY Dorong Kader Demokrat Tempuh Jalur MK Selesaikan Sengketa Pileg