Wapres Ma'ruf Amin soal Debat Capres: Bagus dan Terbuka, Menurut Saya Menarik

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai debat ketiga capres-cawapres di pilpres 2024 berlangsung baik dan jauh lebih hidup dibandingkan debat pilpres 2019.

Diterbitkan 09 Januari 2024, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai debat ketiga capres-cawapres di pilpres 2024 berlangsung baik dan jauh lebih hidup dibandingkan debat pilpres 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Debat capres diikuti oleh Anies Baswedan (nomor urut 1), Prabowo Subianto (nomor urut 2), dan Ganjar Pranowo (nomor urut 3). Tema debat capres kedua, yakni pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

"Saya melihat perdebatannya bagus, terbuka dan artinya mereka berdebat. Terutama sesi perdebatan itu, menurut saya menarik. Dibanding dulu waktu saya, sekarang lebih hidup perdebatannya," kata Ma'ruf Amin di Yogyakarta, Selasa (9/1/2024).

Sementara itu, terkait isi atau substansi debat, Ma'ruf enggan berkomentar. Ia mempersilakan masyarakat menilai sendiri.

"Tapi kalau soal substansi, saya kira tidak perlu memberi komentar. Saya kira masyarakat sendiri lah, bagaimana ketika masalah substansinya itu, mana yang baik, mana yang kurang baik. Mana yang bagus, mana yang. Itu kan tidak etis kalau saya masuk ke substansi," kata Wapres.

Jokowi Kritik Debat Capres, Sarankan KPU Ubah Formatnya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perlu ada format yang lebih baik terkait debat capres-cawapres di pilpres 2024. Dia menilai akan ada banyak yang kecewa dengan tontonan debat capres yang sudah berlangsung.

"Saya kira akan banyak yang kecewa. Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup," kata Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

Jokowi menilai, saling serang dalam debat tidak masalah. Akan tetapi, yang diserang adalah kebijakannya, bukan justru menyerang dengan motif personal untuk menjatuhkan.

"Saling menyerang enggak apa-apa, tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang, bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," ujar Jokowi.

Anies Kaget Jokowi Komentari soal Debat Capres

Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, mengaku terkejut Presiden Jokowi ikut mengomentari soal debat capres yang berlangsung pada Minggu malam (7/1/2024) di Istora Senayan, Jakarta.

"Sebenarnya yang dibahas tadi malam semua soal kebijakan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan, dan ini adalah bagian dari publik bisa melakukan penilaian atas kebijakan-kebijakan yang dibuat," kata Anies Baswedan kepada wartawan di Gorontalo, Selasa (9/1/2024).

Anies pun merasa aneh jika debat kemarin dinilai menyerang personal. Anies meminta agar dilihat kembali debat yang berlangsung agar tidak terjadi salah paham.

"Malah aneh kalau dipandang sebagai personal, ini sama sekali tidak ada yang personal, semuanya adalah tentang kebijakan. Bisa di-review ulang kok apa yang kemarin dibahas," tegas Anies.

Tak hanya itu, Anies merasa terkejut mengapa sekaliber presiden mengomentari debat yang diikut oleh para capres.

"Jadi saya malah agak terkejut Pak Presiden (Jokowi) kok berkomentar soal debat ya? Jadi saya tidak mau berkomentar terlalu banyak dah, biar publik aja nanti yang menilai," ujar Anies.

Mahfud Tidak Setuju dengan Jokowi

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud Md, tidak setuju dengan Presiden Jokowi yang menyebut debat ketiga pilpres 2024 terlalu banyak menyerang pribadi.

Mahfud menilai pertanyaan yang diajukan kepada capres Prabowo Subianto dalam debat capres bukan menyangkut intelijen dan strategi penyerangan yang sifatnya rahasia negara.

"Ya mungkin, kalau penilaian Presiden. Kalau saya sih enggak (menyerang personal). Misalnya rahasia negara, apa rahasia negara yang harus dibongkar. Ndak ada kan rahasia negara yang dirahasiakan. Kalau rahasia negara itu, misalnya intelijen, strategi penyerangan," jelas Mahfud Md di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menyatakan urusan anggaran pertahanan bukan sesuatu yang bersifat rahasia negara. Mahfud menyatakan itu karena pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan, sehingga mengetahui mana pertanyaan yang sifatnya rahasia dan tidak.

Untuk itu, Mahfud menegaskan pertanyaan yang dilontarkan dua capres lain kepada Prabowo, tidak ada yang harus dirahasiakan. Pasalnya, kata Mahfud, pertanyaan yang diajukan kepada Prabowo hanya terkait penggunaan anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Kalau bicara soal anggaran, kalau anggarannya segitu, situasi anunya begitu, kan itu bukan rahasia. Ndak ada, ndak ada dari yang kemarin yang harus dirahasiakan pertanyaannya itu. Kalau saya ya, kan saya mantan Menhan juga. Mana yang rahasia? Saya tahu mana undang-undang yang (soal) rahasia (data negara)," tutur dia.

"Ndak ada dari pertanyaan itu yang harus mengungkap rahasia negara. Itu bisa dibuka di publik karena bukan soal strategi pertahanan. Itu kan soal alutsista," sambung Mahfud.

Mahfud juga enggan membahas masalah pertahanan dengan Prabowo di ruang tertutup. Menurut Mahfud, pembicaraan dalam ruang tertutup bukan debat.

"Enggak bisa dibicarakan di ruang tertutup. Kalau di ruang tertutup namanya rembugan, bukan debat," ujar Mahfud.

Mahfud menyerahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila ada format debat yang ingin diubah. Dia mengaku siap mengikuti aturan debat capres-cawapres yang dibuat KPU. "Ya terserah KPU, saya manut saja. Ada yang ngatur," pungkas Mahfud.

KPU Tegaskan Tidak akan Ubah Format Debat Capres-Cawapres Pilpres 2024

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menegaskan tidak akan mengubah format debat capres-cawapres pada pilpres 2024. Sebab, debat sudah berlangsung sebanyak tiga kali dan menjadi kesepakatan bersama sampai debat terakhir akan menggunakan format yang sama.

"KPU menyelenggarakan debat sudah dengan berbagai macam pertimbangan dan pembicaraan kesepakatan dengan semua tim pasangan calon. Termasuk dengan televisi, (format) ada enam segmen," kata Hasyim Asy'ari di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2024).

Hasyim kemudian menjelaskan urutan format debat capres-cawapres yaitu segmen pertama, pembuka yang berisi penyampaian visi dan misi program. Segmen kedua dan ketiga adalah menjawab pertanyaan panelis yang ditetapkan KPU RI.

Selanjutnya, lanjut Hasyim, adalah segmen keempat dan kelima yang mana masing-masing calon mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh mereka. Terakhir adalah segmen keenam atau penutup dengan masing-masing kandidat menyampaikan pernyataan pamungkas.

"Jadi kalau diubah (formatnya) akan menjadi pertanyaan, kenapa diubah? Karena sudah tiga kali debatnya, sudah jadi pola dan sudah ada pakemnya, maka diikuti," tegas Hasyim.