Demokrat Disebut Digoda Gerindra, AHY: Kami Saling Menghormati

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara soal pertemuan dengan Gerindra dianggap masuk ke koalisi partai besutan Prabowo Subianto itu.

Diperbarui 24 Juli 2023, 09:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara soal pertemuan dengan Gerindra dianggap masuk ke koalisi partai besutan Prabowo Subianto itu.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, melalui pantun menyampaikan agar Demokrat bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKRI). 

AHY menilai pantun yang sempat disampaikan oleh Muzani usai berkunjung ke kantor DPP Partai Demokrat bukanlah suatu godaan.

Menurutnya hal tersebut merupakan hasil komunikasi yang semakin baik dengan parpol lain.

"Enggak menggoda lah. Tapi intinya itu kita selalu berkomunikasi baik, membuka jalinan silaturahim dengan semua," kata AHY, di kawasan Sentul, Jawa Barat, Sabtu (22/7/2023) malam. 

Dia pun menegaskan, pihaknya tetap menghormati koalisi yang telah dibangun oleh masing-masing parpol, termasuk Gerindra.

Selain itu, dia menyampaikan jika Partai Demokrat serius berada di dalam Koalisi Perubahan bersama Partai NasDem dan PKS. 

"Kami saling menghormati, dibuka dengan rasa saling menghormati bahwa saat ini Demokrat serius berada di Koalisi Perubahan begitu juga kami menghormati Gerindra serius membangun koalisinya," ujarnya.

Anies Sudah Tahu

Lebih lanjut, AHY mengaku pertemuan Demokrat dengan Gerindra sudah dilaporkan kepada Anies.

Dia menyebut, Anies menyambut baik atas pertemuan dua partai itu. 

"Tadi saya ketemu, sambil ngopi tadi, saya cerita juga pertemuan yang terjadi di DPP Partai Demokrat dua hari lalu, dan beliau juga menyambut dengan baik," ucap AHY.

Dia juga menyampaikan, pihaknya selalu memberitahukan perihal rencana pertemuan dengan partai lain kepada NasDem dan PKS yang merupakan bagian dari Koalisi Perubahan. 

"Setiap pertemuan, kami punya etik yang dijalankan adalah kita memberi tahu nanti ada pertemuan dengan partai tertentu. Sebelumnya maupun setelah," jelasnya. 

AHY menilai sikap tersebut juga penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat internal koalisi. 

"Jadi intinya dalam membangun koalisi itu yang paling penting bagi kami adalah mutual trust, jadi rasa saling percaya yang harus dibangun," ujarnya. 

"Inilah saling terbuka, saling bercerita, kami tahu ada etika yang dijunjung, dan niat baiknya adalah menjaga bangunan koalisi ini tetap baik dan kokoh," imbuhnya. 

 

 

 

Reporter: Alma Fikhasari/Merdeka.com