PKS Tawarkan Demokrat Strategi Pilkada DKI untuk Menangkan Pilpres 2019

Jika benar terbentuk, akan ada dua poros yang melawan petahana Jokowi di Pilpres 2019. Hal ini guna menyalurkan aspirasi para parpol yang ingin menjagokan calonnya di arena Pilpres.

Diterbitkan 09 Juli 2018, 20:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman diam-diam bertemu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Dalam pertemuan itu, Sohibul mengusulkan kepada Syarief untuk membuat skenario tiga poros dalam Pilpres 2019, seperti yang terjadi pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Dia menjelaskan, jika benar terbentuk, akan ada dua poros yang melawan petahana. Hal ini guna menyalurkan aspirasi para parpol yang ingin menjagokan calonnya di arena Pilpres. Dan dua poros penantang petahana bisa melahirkan empat figur capres-cawapres.

"Saya ingin tegaskan, saya ingin usulkan satu formula ke Pak Syarief Hasan, waktu itu bahwa kalau kita dari awal melawan Pak Jokowi dengan satu formula itu kan yang tampil cuma dua orang, tentu ada pihak-pihak yang kemudian aspirasinya tidak tertampung kan," kata Sohibul di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2018).

"Maka saya usulkan tahap pertama kita lakukan dua poros, supaya muncul 4 orang. Berarti 4 partai terakomodasi," sambungnya.

Misalnya, kata Sohibul, ada poros Gerindra dan PKS. Kemudian ada poros Demokrat, PAN, dan PKB. Jika benar, dia mengkalkulasi bakal terjadi dua putaran. Di putaran selanjutnya, dua poros yang melawan petahana akan bergabung.

"Ini kalkulasi kita mesti dua putaran. Nah di putaran kedua baru kita saling dukung. Jadi putaran pertama itu menghilangkan kepenasaranan lah yang merasa wajar jadi capres, penasaran udah dikasih di ronde pertama. Siapa yang paling hebat, nah itu nanti," ujarnya.

 

 

 

Tiru Strategi Pilgub DKI 2017

Strategi ini sama seperti pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. Yang mana Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kalah di putaran pertama. Saat itu, AHY diusung Demokrat, PKB, dan PAN. Akhirnya PAN memberikan suara ke Anies Baswedan yang melaju di putaran kedua hingga memenangkan pertandingan menumbangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Ya kita begitu (seperti Pilgub DKI). Saya kira itu formula yang bisa membuat happy semuanya," tandasnya.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: