Xiaomi Digugat soal Desain Mobil Listrik, Ini Masalahnya

Xiaomi kini tengah menghadapi gugatan terkait hak paten desain mobil listriknya. Sengketa ini, diajukan oleh Shandong Yanlu New Energy Vehicle Co, Ltd.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi kini tengah menghadapi gugatan terkait hak paten desain mobil listriknya. Sengketa ini, diajukan oleh Shandong Yanlu New Energy Vehicle Co, Ltd, produsen kendaraan listrik berkecepatan rendah (LSEV) di China, dan bahkan telah masuk ke tahap peninjauan resmi.

Dilansir Carnewschina, kasus ini terkait tiga paten desain eksterior yang digunakan pada lini mobil listrik Xiaomi, termasuk model SU7 dan YU7.

Sidang dengar pendapat dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026, untuk menentukan validitas paten tersebut.

Sementara itu, paten yang dipermasalahkan, adalah desain lampu depan, bumper depan, dan bumper belakang. Untuk desain lampu depan sendiri, diajukan pada 19 Januari 2023, dan baru disetujui pada 18 Maret 2025. Proses tersebut terbilang cukup lama, mengingat umumnya pengajuan paten desain hanya memerlukan waktu 6 hingga 8 bulan.

Setelah paten disetujui, Xiaomi Auto juga mengajukan laporan evaluasi desain ke otoritas terkait pada 7 Mei 2025. Hasilnya menegaskan bahwa paten tersebut memenuhi unsur kebaruan dan memiliki nilai inventif. Dalam proses peninjauan, desain tersebut bahkan dibandingkan dengan paten dari sejumlah merek otomotif lain seperti Porsche, Audi, Nissan, Toyota, dan Changan.

Xiaomi yang Pertama

Mengacu pada Pasal 45 Undang-Undang Paten China, setiap individu atau organisasi memang berhak mengajukan pembatalan terhadap paten yang telah diberikan. Proses sidang lisan menjadi bagian penting untuk menilai apakah paten tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ini menjadi sengketa paten pertama yang mencuat ke publik sejak Xiaomi resmi terjun ke industri otomotif. Hasil sidang yang digelar pada 26 Maret nanti akan menjadi penentu apakah tiga paten desain tersebut tetap sah atau justru dibatalkan.