Hyundai Pamer Calon MPV Listrik Baru di GIIAS 2026, Hanya Tampil Dua Hari

Kehadiran MPV listrik tujuh penumpang merupakan bagian dari strategi Hyundai dalam menghadirkan produk yang relevan dengan karakter pasar Indonesia

Diterbitkan 15 Juli 2026, 12:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan akan memperkenalkan calon mobil listrik terbarunya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menariknya, model anyar tersebut akan hadir dalam konfigurasi MPV 7-seater, yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan konsumen Tanah Air.

Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa kehadiran MPV listrik tujuh penumpang merupakan bagian dari strategi Hyundai dalam menghadirkan produk yang relevan dengan karakter pasar Indonesia.

"7-seater itu kan ciri khasnya masyarakat Indonesia. Jadi kita akan perkenalkan itu, kelasnya seperti (BYD) M6, kurang lebih seperti itu," ujar Fransiscus saat berkunjung ke kantor Liputan6.com belum lama ini.

Meski sudah dipastikan meluncur, Hyundai masih menutup rapat detail spesifikasi maupun nama model tersebut.

Pria yang karib disapa Frans itu menjelaskan, mobil listrik terbaru Hyundai itu baru akan ditampilkan secara eksklusif pada Media Day dan Government Day GIIAS 2026 yang berlangsung pada 29-30 Juli 2026.

"Jadi hanya di Media Day dan Government Day, karena kita berharap pada saat Government datang, kita akan menjelaskan bahwa kita akan memperkenalkan EV terbaru kita yang 7-seater ke publik dalam waktu dekat," jelasnya.

Saat ditanya mengenai peluang MPV listrik tersebut diproduksi secara lokal, Hyundai belum memberikan jawaban secara gamblang. Namun, Fransiscus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar otomotif Indonesia.

Menurut dia, Hyundai telah menggelontorkan investasi sangat besar di Indonesia. Nilai investasi tersebut menjadi bukti bahwa Hyundai tidak memiliki rencana meninggalkan pasar nasional.

"Kalau Hyundai, kita sudah investasi sekitar Rp 50 triliun. Jadi untuk keluar dari pasar Indonesia rasanya enggak lah. Hyundai akan tetap konsisten di pasar Indonesia," katanya.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki posisi strategis dalam jaringan global Hyundai. Bahkan, Indonesia menjadi pasar terbesar ketiga Hyundai secara volume penjualan dan berada di posisi kedua dari sisi profitabilitas setelah Toyota.

Dengan kondisi tersebut, Hyundai memiliki peluang menghadirkan lebih banyak model global yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

 

Siapkan Model Baru Lainnya

Tak hanya MPV listrik, Hyundai juga menyiapkan berbagai model baru untuk pasar Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

Deret produk tersebut mencakup kendaraan hybrid, SUV bermesin konvensional, SUV listrik, hingga MPV listrik.

"Di lain itu ada yang hybrid juga, SUV, ada SUV listrik juga, termasuk yang MPV juga yang EV. Jadi lumayan cukup banyak yang akan kita bawa. Mudah-mudahan menarik selama GIIAS nanti," ungkap Frans.

Selain menghadirkan kendaraan baru, Hyundai juga akan memamerkan piala Hyundai Cup selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Sejak hadir di Indonesia sekitar tujuh tahun lalu, Hyundai telah memiliki delapan model yang terdiri dari empat mobil bermesin bensin atau diesel, dua model hybrid, dan dua kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

Ke depan, pabrikan asal Korea Selatan tersebut akan semakin agresif memperluas lini produknya. Hyundai menargetkan menghadirkan 17 model di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Menariknya, hanya enam model yang masih menggunakan mesin bensin atau diesel. Sementara mayoritas produk baru akan diisi oleh kendaraan hybrid dan mobil listrik.

Strategi tersebut menjadi bagian dari komitmen Hyundai dalam mempercepat transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjawab meningkatnya permintaan pasar terhadap teknologi elektrifikasi di Indonesia.