Penjualan Meroket 88% di India, BYD Siapkan Taktik Rakit Lokal demi Akali Kuota Impor

Sukses menjual 5.500 unit namun terganjal aturan kuota impor 2.500 unit per model, BYD mempertimbangkan perakitan lokal (SKD) di India.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan BYD melonjak hingga 88 persen di India. Produsen asal Negeri Tirai Bambu mempertimbangkan perluasan perakitan EV lokal di India.

Berdasarkan laporan media dan sejumlah sumber industri, penjualan EV BYD di India tumbuh sekitar 88 persen pada 2025, dengan total sekitar 5.500 unit yang berhasil terjual, namun pertumbuhan ini menimbulkan tantangan tersendiri karena aturan kuota impor yang membatasi jumlah unit lengkap (completely built units) CBU yang bisa masuk ke pasar India setiap tahun.

Dilansir carnewschina.com, Senin (2/2/2026), India memberlakukan kuota impor sebanyak 2.500 unit per model untuk kendaraan yang diimpor lengkap, sementara permintaan dari dealer yang kini sudah menumpuk ratusan unit dalam daftar tunggu telah hampir melampaui batas tersebut.

Kombinasi batasan kuota yang beberapa titik tarif impor yang bisa mencapai lebih dari 110 persen membuat strategi pemasok BYD menjadi kurang efisien, meskipun harga dari beberapa modelnya, seperti SUV electric Atto 3, tetap kompetitif dibanding dengan rival seperti Tesla di segmen harga yang sama.

Untuk mengatasi kendala ini, BYD kini telah mengevaluasi opsi perakitan komponen setengah jadi (semi-knocked-down) SKD di dalam negeri yang memungkinkan perusahaan mengimpor bagian mobil dan merakitnya di India.

Pendekatan SKD tak hanya memungkinkan BYD mematuhi regulasi lokal lebih mudah, tetapi juga mengurangi beban tarif impor menjadi sekitar 30 persen dibanding tarif impor CBU yang jauh lebih tinggi, sehingga memberikan fleksibilitas harga lebih baik bagi konsumen lokal dan meningkatkan daya saing produk.

Perusahaan juga disebutkan sedang mengurus persyaratan sertifikasi keselamatan dan regulasi lokal bagi model tambahan yang saat ini belum mendapatkan persetujuan masuk. Ini menjadi langkah strategis untuk memperluas lini EV yang tersedia di pasar India dan memperkecil risiko kekosongan stok akibat kuota impor yang ketat.

Tantangan Kuota Impor serta Langkah Perluasan India

Aturan kuota dan tarif di India dikenal ketat, terutama bagi kendaraan yang diimpor dalam bentuk lengkap.

Kuota 2.500 unit per model membuat BYD hanya dapat memasok sebagian kecil dari permintaan yang semakin meningkat, sementara sebagian besar dealer kini menemukan diri mereka dalam kondisi persediaan kosong dan daftar tunggu panjang.

Langkah untuk mempertimbangkan perakitan SKD tak hanya soal mengatasi hambatan impor, tetapi juga bisa memperkuata kehadiran BYD di pasar yang menjadi salah satu pasar EV dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Apalagi di tengah upaya diversifikasi global, karena pertumbuhan di China sendiri melambat akibat berkurangnya subsidi EV dan persaingan yang semakin ketat.

Dengan permintaan yang terus semakin meningkat, namun kuota impor dan tarif yang membebani, strategi BYD untuk merakit EV secara lokal di India bisa menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan produknya.

Jika terealisasi, pendekatan ini dapat membantu perusahaan menekan biaya, mempercepat pasokam, dan menyesuaikan harga dengan kebutuhan pasar India yang semakin kompetitif.