Liputan6.com, Jakarta - Mobil LPG dan CNG kembali menunjukkan geliat positif di pasar global. Di sejumlah negara seperti Turki, Rusia, dan Korea Selatan, kendaraan dengan bahan bakar alternatif ini kembali populer berkat keringanan pajak serta berbagai tunjangan yang diberikan pemerintah.
Selain dinilai lebih ramah lingkungan karena emisinya lebih rendah, biaya pengisian bahan bakar LPG dan CNG juga relatif lebih murah dibandingkan bensin konvensional.
Tren serupa mulai terlihat di Eropa. Penjualan mobil bertenaga LPG dan CNG di kawasan tersebut meningkat signifikan sepanjang 2025, dengan total penjualan hampir menyentuh 350.000 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Advertisement
Disitat dari laman Autoblog yang mengutip Automotive News Europe, peningkatan tersebut membuat produsen otomotif hingga pemerintah setempat mulai kembali melirik teknologi LPG dan CNG sebagai salah satu solusi transisi menuju kendaraan rendah emisi. Sejumlah merek pun aktif merangkul pasar ini melalui model-model yang sudah dikonversi dari pabrik.
Renault tercatat sebagai produsen dengan penjualan mobil LPG tertinggi di Eropa pada 2025. Di posisi kedua, dengan jarak yang cukup jauh, terdapat DR Automobiles asal Italia, yang banyak menjual model Chery hasil rebranding untuk pasar Eropa.
Model “Thermohybrid” mereka menguasai sekitar 6,2 persen pasar LPG dan CNG. Sementara itu, Hyundai Motor Group menempati posisi ketiga, dengan Kia dan Hyundai masing-masing mencatat pangsa pasar 3,8 persen.
Adapun model LPG dan CNG terlaris di Eropa tak lain adalah Dacia Sandero. Bahkan, setengah dari total penjualan mobil LPG dan CNG Dacia berasal dari model hatchback tersebut, menegaskan posisinya sebagai pilihan utama konsumen.
Italia Jadi Pasar Terbesar
Dari sisi negara, Italia menjadi pasar terbesar mobil LPG dan CNG di Eropa, dengan kontribusi sekitar 41 persen dari total penjualan.
Capaian ini didukung oleh kuatnya kehadiran DR Automobiles serta tingginya popularitas merek Dacia. Menariknya, Fiat justru menarik diri dari segmen ini, meski kondisi pasar saat ini dinilai cukup potensial untuk dipertimbangkan kembali.
Selain Italia, Spanyol, Prancis, dan Rumania juga mencatat pertumbuhan penjualan mobil LPG dan CNG. Insentif pemerintah menjadi faktor utama, namun harga bahan bakar turut memainkan peran penting.
Di beberapa negara Eropa, harga LPG hanya sekitar setengah dari bahan bakar konvensional, sehingga menawarkan penghematan signifikan dalam jangka panjang.
Pengetatan regulasi emisi dan penerapan zona emisi ultra-rendah juga mendorong adopsi kendaraan ini. Mobil yang telah dilengkapi sistem LPG atau CNG dari pabrik umumnya dibebaskan dari biaya masuk ke area tersebut, menjadikannya alternatif menarik bagi konsumen perkotaan.
Meski kecil kemungkinan teknologi LPG dan CNG mencapai popularitas serupa di Amerika Serikat, pasar khusus masih terbuka, terutama untuk segmen truk dan kendaraan armada.
Dengan demikian, LPG dan CNG diperkirakan tidak akan sepenuhnya hilang dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di wilayah yang masih memberikan dukungan kebijakan dan insentif.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336134/original/003861200_1788139537-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_08.20.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336363/original/057401500_1788157591-cek_fakta_motor_murah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335299/original/093154300_1788148519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T105456.620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5329445/original/046954600_1756284142-029a31b3369847fe9c518faa73fd3ed0.jpg)