EVMoto Luncurkan Platform Ride-Hailing Berbasis Kendaraan Listrik

Pada 2026, EVMOTO menargetkan merekrut hingga 100.000 pengemudi sepeda motor listrik.

Diterbitkan 22 Desember 2025, 19:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT EVMoto Teknologi Indonesia (EVMoto) resmi meluncurkan platform ride-hailing bernama EVMoto yang sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi ramah lingkungan sekaligus menekan biaya operasional bagi pengemudi dan penumpang.

CEO EVMOTO, Jason, menjelaskan bahwa tahap awal platform ini akan berfokus pada layanan sepeda motor roda dua. Ke depannya, EVMOTO juga akan mengembangkan layanan ride-hailing untuk kendaraan listrik roda empat dan roda tiga.

“EVMOTO resmi diluncurkan hari ini. Tahap pertama kami fokus pada perekrutan pengemudi, dan tahap kedua akan dibuka untuk umum pada 15 Januari 2026,” ujar Jason di kantor ECGO, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/25/2025).

Pada 2026, EVMOTO menargetkan merekrut hingga 100.000 pengemudi sepeda motor listrik. Untuk mendukung target tersebut, EVMOTO bekerja sama dengan ECGO dalam penyediaan kendaraan listrik bagi pengemudi yang belum memiliki motor listrik.

Sebanyak 50.000 unit sepeda motor listrik disiapkan untuk disewakan secara khusus kepada mitra pengemudi EVMOTO.

Pada hari peluncuran, EVMOTO dan ECGO juga menandatangani pesanan pembelian pertama sebanyak 10.000 unit dengan nilai kontrak mencapai Rp 240 miliar, dengan pengiriman direncanakan mulai Maret 2026.

Jason mengungkapkan, fokus EVMOTO pada kendaraan listrik dilatarbelakangi oleh besarnya dampak lingkungan dari transportasi roda dua berbahan bakar bensin.

Saat ini, terdapat sekitar 6 juta pengemudi ojek online terdaftar di Indonesia, dengan sekitar 4 juta sepeda motor beroperasi setiap hari.

“Rata-rata sepeda motor menempuh 150 kilometer per hari dan menghasilkan emisi gas buang serta kebisingan yang cukup besar. Ini menjadi penyumbang serius polusi udara perkotaan,” jelasnya.

Menurut Jason, jika EVMOTO mampu menggantikan 1 juta sepeda motor bensin dengan sepeda motor listrik, maka emisi CO2 dapat ditekan hingga 4,93 juta ton per tahun, sebuah pencapaian yang dinilai sangat signifikan.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, penggunaan sepeda motor listrik juga menawarkan efisiensi biaya. Biaya produksi motor listrik disebut hanya sekitar 50 persen dibandingkan motor bensin, sementara biaya konsumsi energi sekitar 30 persen.

“Penghematan biaya ini bisa dibagi antara pengemudi dan penumpang. Tarif perjalanan bagi penumpang hanya sekitar 70 persen dari harga pasar saat ini, sementara biaya platform untuk pengemudi diturunkan menjadi 9 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 20 persen pada platform ride-hailing utama,” kata Jason.

Mulai hari ini, seluruh pemilik sepeda motor listrik sudah dapat mendaftar sebagai pengemudi di platform EVMOTO.

Motor Listrik Dibekali Dua Baterai

Terkait pemilihan ECGO sebagai mitra strategis, Jason menyebut kerja sama ini telah terjalin cukup lama. Menurutnya, sepeda motor listrik ECGO dinilai paling sesuai untuk kebutuhan pengemudi ride-hailing di Indonesia.

Motor listrik ECGO dibekali dua baterai dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pengemudi dapat melakukan pengisian sendiri atau menukar baterai di stasiun penukaran baterai ECGO.

Model dua baterai dengan sistem isi ulang dan tukar ini memungkinkan pengemudi mengurangi frekuensi penukaran baterai, sehingga waktu operasional dapat lebih difokuskan untuk menerima pesanan, termasuk perjalanan jarak jauh.

Keunggulan lainnya, model ECGO tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun penukaran baterai, sehingga lebih mudah diperluas ke berbagai kota. Hal ini sejalan dengan rencana EVMOTO yang menargetkan ekspansi layanan ke 10 kota di Indonesia pada 2026.

Pada kesempatan yang sama, CEO ECGO William Teng menyampaikan bahwa ECGO telah beroperasi di Indonesia selama tujuh tahun, dengan pengembangan produk dan model bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

“ECGO kini memiliki ekosistem lengkap mulai dari desain, manufaktur, hingga penukaran baterai,” ujar William.

Ia menambahkan, sejak September lalu, KRYA resmi menjadi pemegang saham pengendali ECGO. William Teng juga menjabat sebagai Presiden Direktur KRYA, yang akan berperan sebagai pemasok komponen utama ECGO.

“Dengan dukungan KRYA, kami yakin dapat menyediakan kendaraan yang dibutuhkan EVMOTO dan memastikan setiap pengemudi dapat menggunakan sepeda motor listrik sebagai sarana transportasi utama,” tutup William.