Elon Musk Umumkan Tesla Cybercab, Mobil Masa Depan Tanpa Setir dan Pedal

CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir dan pedal, akan segera memasuki tahap produksi dalam waktu delapan bulan ke depan

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tesla kembali mencuri perhatian dunia otomotif global. CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir dan pedal, akan segera memasuki tahap produksi dalam waktu delapan bulan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pendapatan kuartalan Tesla beberapa waktu lalu.

Menurut Musk, proyek ambisius ini menjadi langkah besar Tesla menuju masa depan mobilitas tanpa pengemudi. “Kami akan memperluas produksi secepat mungkin, sejauh pemasok dapat memenuhinya,” ujar Musk, dikutip dari InsideEVs.com. Ia menambahkan, produksi Cybercab ditargetkan dimulai pada kuartal kedua tahun depan.

Cybercab menjadi salah satu kendaraan paling kontroversial dalam lini produk Tesla, bahkan melampaui Cybertruck yang sempat ramai diperbincangkan. Mobil ini benar-benar dirancang tanpa setir dan pedal gas, menjadikannya sepenuhnya bergantung pada teknologi Full Self-Driving (FSD) milik Tesla.

Musk menyebut versi produksi Cybercab akan menjadi kendaraan yang dioptimalkan sepenuhnya untuk otonomi penuh.

“Faktanya, kendaraan itu tidak memiliki setir atau pedal. Ini merupakan optimasi berkelanjutan untuk meminimalkan biaya per mil demi efisiensi operasional,” tegas Musk.

Tesla disebut telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan perangkat lunak FSD berbasis visi penuh. Versi terbaru, FSD v14, saat ini sedang diuji secara publik dan mendapat sambutan positif. Hal ini membuat Tesla semakin percaya diri untuk meluncurkan versi Robotaxi dari teknologi tersebut.

Cybercab diharapkan menjadi bukti nyata kematangan sistem FSD, sekaligus menjadi kendaraan pertama Tesla yang benar-benar mampu beroperasi di jalan raya tanpa campur tangan manusia.

 

Ambisius tapi Penuh Tantangan

Meski jadwal produksi telah diumumkan, sejumlah analis menilai target Tesla kali ini tergolong sangat ambisius. Perusahaan masih menghadapi tantangan pada kapasitas produksi dan fluktuasi permintaan pasar.

Sebagai contoh, Gigafactory Texas disebut baru beroperasi sekitar 20 persen dari kapasitas penuhnya untuk lini produksi Cybertruck. Selain itu, Tesla juga memperkirakan kinerjanya akan sedikit menurun dalam beberapa kuartal mendatang setelah peningkatan penjualan pada kuartal ketiga berkat insentif pajak.

Hal ini memunculkan pertanyaan: siapa sebenarnya target utama Cybercab? Apakah investor, pembeli FSD, atau masyarakat umum yang menginginkan kendaraan listrik berbiaya rendah dengan teknologi tinggi?

Jika Tesla berhasil meluncurkan Cybercab tepat waktu dan dengan performa sesuai ekspektasi, hal ini bisa menjadi momen kebangkitan besar bagi perusahaan. Di tengah persaingan EV global yang kian ketat dan minat pasar yang mulai menurun, Tesla sangat membutuhkan “kemenangan besar” untuk menjaga momentum inovasinya.

Namun, seperti banyak janji ambisius Musk sebelumnya, waktu akan menjadi ujian sesungguhnya. Apakah kali ini Tesla benar-benar lebih realistis? Para penggemar dan investor kini bersiap menghitung mundur kehadiran “mobil masa depan” tanpa setir dan pedal itu.