Indonesia Tertinggal Jauh, Pabrik BYD di Thailand Sudah Hasilkan 100 Ribu Mobil Listrik

Produsen mobil listrik asal China, BYD mencatatkan pencapaian yang cukup penting di pasar Asia-Pasifik

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil listrik asal China, BYD mencatatkan pencapaian yang cukup penting di pasar Asia-Pasifik. Jenama dengan nama lengkap Build Your Dream ini, berhasil mengirimkan sebanyak lebih dari 100 ribu unit kendaraan di Thailand.

Disitat dari cnEVpost, pencapaian penting di Thailand ini, sekaligus menjadi tonggak sejarah dengan Negeri Gajah Putih sebagai yang pertama di pasar Asia-Pasifik yang mampu menjual sebanyak 100 ribu unit.

Hasil ini diraih melalui pabrik BYD di Thailand, yang mulai beroperasi pada 4 Juli 2024. Fasilitas ini dibangun di wilayah WHA Rayong 36 Industrial Estate, dengan luas sekitar 960.000 meter persegi.

Pabrik ini, merupakan yang pertama dimiliki oleh BYD di luar China, dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 150.000 unit.

Model yang menandai pengiriman ke-100 ribu unit di Thailand adalah BYD Sealion 6 DM‑i (varian DM-i hybrid SUV), yang merupakan salah satu dari empat model yang diproduksi di pabrik Thailand.

Sebelumnya BYD telah menyampaikan pengiriman ke 90.000 unit di negara tersebut tiga bulan sebelumnya, sebagai bagian dari momentum perayaan satu tahun operasional pabrik lokalnya.

Kiprah BYD di Pasar Thailand

Masuknya BYD ke pasar Thailand bermula dari impor kendaraan pada 2022, kemudian pembangunan fasilitas lokal dimulai pada 10 Maret 2023 dan produksi dimulai tahun berikutnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik Thailand, pabrik tersebut juga sudah mengirimkan kendaraan, termasuk model BYD Dolphin ke sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Belgia.

Dengan pencapaian ini, BYD semakin mengokohkan posisinya di kawasan Asia Tenggara, dan menunjukkan bahwa ekspansi manufaktur di luar Tiongkok tidak hanya untuk pasar lokal saja, melainkan juga untuk ekspor.

Di Indonesia sendiri, BYD tengah membangun pabrik dengan luas lahan 108 hektar di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat.

Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2026, dengan kapasitas awal 150.000 unit per tahun, dan akan menyerap lebih dari 18.000 tenaga kerja.