Sedan Listrik Ultra-Mewah BYD yang Mirip Rolls-Royce Mulai Diuji Coba

BYD telah melakukan uji coba sedan listrik ultra-mewah, yang diproyeksikan menjadi model flagship dari Yangwang

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 14:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BYD telah melakukan uji coba sedan listrik ultra-mewah, yang diproyeksikan menjadi model flagship dari merek premium, Yangwang. Mobil ini tampil dengan desain yang disebut mirip dengan Rolls-Royce Phantom, dan menjadi model pertama BYD yang menggunakan pintu belakang dengan engsel di bagian belakang atau coach doors.

General Manager Yangwang, Hu Xiaoqing membagikan sejumlah foto mobil ini melalui Weibo, sekaligus mengungkapkan bahwa nama resminya belum ditentukan.

Untuk sementara, BYD menyebutnya dengan kode internal 'HU'. Model ini dikembangkan selama tiga tahun, dan disebut sebagai sedan eksekutif ultra-mewah yang mengusung bahasa desain khas Yangwang.

Meskipun spesifikasi lengkapnya belum diumumkan, salah satu foto memperlihatkan prototipe tersebut berada di stasiun pengisian cepat BYD Flash Charging.

Hal ini mengindikasikan mobil kemungkinan mendukung teknologi pengisian daya berkecepatan sangat tinggi.

Dari sisi dimensi, sedan flagship tersebut memiliki panjang sekitar 5,5 meter, atau kurang lebih seukuran Mercedes-Benz Maybach S-Class.

Berdasarkan laporan Autohome, model sedan eksekutif ini berpotensi menjadi mobil listrik pertama BYD yang menggunakan baterai solid-state.

Untuk pengembangan baterai tersebut, unit bisnis baterai BYD, FinDreams, menargetkan produksi terbatas baterai all-solid-state berbasis sulfida pada 2027. Produksi kemudian ditingkatkan menuju skala massal pada 2030.

Spesifikasi Teknis

Di luar teknologi baterai, sedan flagship Yangwang diperkirakan mengandalkan platform quad-motor e4 milik BYD.

Konfigurasi empat motor listrik tersebut diperkirakan mampu menghasilkan tenaga gabungan lebih dari 1.000 tk.

BYD juga belum mengungkap harga resminya, tetapi laporan yang dikutip Electrek memperkirakan banderolnya akan menembus 2 juta yuan atau sekitar Rp 5 miliar.