Penjualan Kendaraan Listrik di China Tembus 1 Juta Unit pada September 2025

Penjualan ritel atau diler ke konsumen kendaraan energi baru (NEV) di China, menunjukkan laju pertumbuhan yang positif sepanjang September 2025.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penjualan ritel atau diler ke konsumen kendaraan energi baru (NEV) di China, menunjukkan laju pertumbuhan yang positif sepanjang September 2025. Tercatat, dari 1 hingga 27 September, tercatat sebanyak 1,039 juta unit, atau naik 9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan melonjak 17 persen dibanding Agustus.

Secara kumulatif, sepanjang tahun ini hingga akhir September 2025, penjualan ritel NEV di Negeri Tirai Bambu sudah berada di angka 8,61 juta unit, meningkat 24 persen secara tahunan.

Sama halnya dengan penjualan grosir (wholesale), yang selama 1—27 September 2025 mencapai 1,154 juta unit, atau tumbuh 12 persen dibanding tahun lalu dan 21 persen dibanding bulan sebelumnya.

Menariknya, total penjualan ritel semua jenis mobil penumpang, bukan hanya NEV dari 1 hingga 27 September mencapai 1,776 juta unit, yang relatif stabil dibanding tahun lalu, tetapi naik 12 persen dibanding Agustus.

Dengan demikian, penetrasi NEV terhadap pasar mobil penumpang dalam rentang waktu tersebut, tercatat sebesar 58,5 persen. Sementara secara kumulatif tahun-ke-tanggal rata-rata penetrasinya adalah 52,1 persen. CnEVPost

Dari sisi distribusi penjualan harian per minggu, performa terjadi fluktuasi. Rata-rata penjualan harian mobil penumpang dari 1–7 September 2025 sebesar 43.483 unit, menurun 10 persen dibanding tahun lalu dan 4 persen dibanding pekan sebelumnya.

Lonjakan Penjualan Signifikan

Namun, minggu ke-4 (22–27 September2025 ) mencatat lonjakan signifikan dengan rata-rata harian mencapai 97.631 unit, naik 21 persen dibanding bulan lalu, meski sedikit melemah 2 persen dibanding tahun lalu.

Data-data ini memperkuat posisi China sebagai pasar NEV terbesar dunia, dan menunjukkan bahwa mobil listrik terus merangsek ke pangsa pasar otomotif konvensional. Meskipun penjualan mobil secara keseluruhan masih belum tumbuh agresif, lonjakan penetrasi NEV menunjukkan pergeseran preferensi konsumen dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung transisi ke kendaraan ramah lingkungan.

Â