Robotaxi Tesla Masih Pakai Sopir Manusia, Ini Alasannya

Tesla secara resmi meluncurkan layanan ride-hailing "Robotaxi" di San Francisco Bay Area, namun kenyataannya masih menggunakan pengemudi manusia.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tesla resmi menghadirkan layanan transportasi bernama Robotaxi di wilayah San Francisco Bay Area, Amerika Serikat. Meski mengusung nama futuristik yang identik dengan kendaraan tanpa sopir, layanan ini ternyata masih bergantung pada pengemudi manusia.

Pengguna kini bisa memesan Tesla melalui aplikasi khusus. Namun jangan harap akan disambut mobil tanpa awak.

Alih-alih sepenuhnya otonom, mobil listrik Tesla yang datang tetap dikendarai manusia, layaknya layanan ride-hailing konvensional seperti Uber atau Lyft.

Mobil yang digunakan dalam layanan ini memang kemungkinan sudah dibekali sistem “Full Self-Driving” (FSD) versi Tesla.

Tapi tetap saja, ada sosok “operator kendaraan” di balik kemudi. Artinya, untuk saat ini, Robotaxi hanya menawarkan pengalaman naik mobil listrik Tesla, bukan kendaraan otonom penuh seperti yang dijanjikan selama ini.

Menariknya, dengan tetap menempatkan sopir di dalam mobil, Tesla bisa menghindari regulasi ketat kendaraan otonom di negara bagian California.

Sebab, layanan otonom sejati harus mendapatkan izin dari DMV (Departemen Kendaraan Bermotor) dan CPUC (Komisi Utilitas Publik California), termasuk pelaporan data keselamatan secara rutin hal yang saat ini bisa dihindari Tesla.

Serupa Tapi Taksama

Langkah serupa juga dilakukan Tesla di Austin, Texas, dengan sedikit modifikasi. Di sana, “pengemudi” diposisikan sebagai “monitor keselamatan” yang duduk di kursi penumpang depan.

Meski terlihat lebih canggih, faktanya kendaraan tetap diawasi manusia dengan akses penuh untuk menghentikan kendaraan jika diperlukan.

Tesla sendiri kini tengah merekrut pengemudi untuk memperluas layanan ini ke sembilan kota lain di Amerika Serikat. Meski teknologi otonom sejatinya belum sepenuhnya diterapkan, strategi ini dinilai sebagai upaya Tesla untuk menjaga citra sebagai pemain utama dalam persaingan kendaraan otonom, terutama di tengah laju agresif kompetitor seperti Waymo yang sudah mengoperasikan mobil tanpa sopir secara penuh di beberapa kota.

Meski membawa nama besar “Robot/xi”, layanan baru Tesla ini masih sangat bergantung pada tenaga manusia. Alih-alih sebuah revolusi teknologi, layanan ini lebih mencerminkan strategi pemasaran yang cerdik, menghadirkan kesan masa depan.

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia