Ikuti Jejak Pabrikan Lain, Honda Batalkan Peluncuran SUV Listrik

Honda membatalkan rencana produksi SUV listrik dari lini submerek barunya, "Honda 0", karena pasar kendaraan listrik (EV) melemah.

Diterbitkan 08 Juli 2025, 19:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Honda resmi membatalkan rencana produksi salah satu model SUV listrik yang sebelumnya dijadwalkan meluncur pada 2027. Pembatalan ini merupakan bagian dari perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar kendaraan listrik global.

SUV listrik tersebut sebelumnya termasuk dalam jajaran baru Honda bernama Honda 0 Series, yang diperkenalkan tahun lalu bersama sedan dan SUV ukuran menengah.

Kedua model tersebut tetap akan diluncurkan pada 2026. Namun, model lain yang direncanakan menyusul, termasuk SUV yang dibatalkan, tidak akan dilanjutkan.

Menurut laporan Nikkei Asia, Honda memutuskan untuk memangkas anggaran pengembangan kendaraan listrik dari 10 triliun yen menjadi 7 triliun yen, atau sekitar dari 68,5 miliar dolar AS menjadi 48 miliar dolar AS.

Produksi model tersebut sebelumnya dijadwalkan dilakukan di pabrik Honda di Ohio, Amerika Serikat, setelah perusahaan menginvestasikan 1 miliar dolar AS untuk persiapan fasilitas produksi.

Salah satu faktor yang mendorong perubahan arah ini adalah rencana pemerintah Amerika Serikat yang akan menghapus insentif pajak untuk kendaraan listrik.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan harga mobil listrik hingga 7.500 dolar AS per unit.

 

Produsen Lain yang Mundur

Honda bukan satu-satunya produsen otomotif yang melakukan penyesuaian terhadap rencana elektrifikasi. Sejumlah produsen besar lainnya juga telah melakukan langkah serupa:

  • Ford membatalkan produksi SUV listrik tiga baris dan mengalihkan fokus ke kendaraan mesin bakar dan hibrida.
  • Tesla menghentikan pengembangan model berharga terjangkau yang direncanakan dibanderol sekitar 25.000 dolar AS.
  • Lotus tidak melanjutkan rencana menjadi merek full-EV pada 2028, dan memilih mengembangkan kendaraan hibrida.
  • Porsche menyatakan target penjualan 80 persen kendaraan listrik pada 2030 belum realistis untuk saat ini.
  • Nissan membatalkan produksi dua crossover listrik di Amerika Serikat dan tengah mengevaluasi ulang strategi elektrifikasinya.

Honda sebelumnya menargetkan akan merilis tujuh kendaraan listrik baru hingga 2030. Namun, pembatalan satu SUV dari lini tersebut menandai penyesuaian dalam rencana jangka panjang perusahaan.