Sukses

Pengurangan Emisi Karbon Bisa Diwujudkan Melalui Penerapan Eco Driving

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini sudah cukup banyak kendaraan bermesin konvensional yang dipandang sebagai penghasil emisi berkeliaran di jalan umum. Lantas bagaimana caranya agar pengguna kendaraan konvensional tersebut dapat turut andil dalam penurunan emisi, tanpa harus langsung beralih ke kendaraan listrik yang jelas-jelas mahal?

Peneliti Senior dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, coba memaparkan solusi jangka pendek untuk pertanyaan di atas. Hal termudah adalah dengan menerapkan eco driving alias cara berkendara efisien.

"Eco driving style terus terang memiliki banyak cara, paling tidak kita bisa mengurangi konsumsi BBM dan emisi rata-rata sekitar 10 sampai 15 persen jika kita disipilin menggunakan gaya berkendara ini. Ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk berkontribusi menurunkan emisi dari unit in operation (UIO-kendaraan yang sudah beroperasi)," ucap Agus dalam pemaparan di Seminar 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Strategi Transisi Pengembangan Teknologi Elektrifikasi dan Manajemen Unit in Operation menuju Net Zero Emission, beberapa waktu lalu.

Agus mengungkapkan cara agar meminimalisir sumbangan emisi pada lingkungan bagi pemilik kendaraan konvensional atau yang sudah berkeliaran saat ini, pertama adalah, pastinya tidak mengemudi sama sekali atau membatasi penggunaan kendaraan bermotor.

Jika berpergian dengan jarak kurang dari lima kilometer, gunakan dengan mode transportasi ramah lingkungan seperti sepeda atau berjalan kaki.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Terapkan Eco Driving

Jika terpaksa menggunakan dengan kendaraan, dalam hal ini mobil atau sepeda motor pribadi, lakukan pengendaraan bergaya eco driving.

Salah satunya dengan memindah gigi yang lebih tinggi di bawah putaran mesin 2.500 rpm. Pertahankan kecepatan stabil pada gigi tertinggi, lihat ke depan dan antisipasi arus lalu lintas.

Agus juga menjelaskan, pengguna kendaraan baiknya menghindari gaya berkendara akselerasi dan pengereman mendadak. Lakukan akselerasi dan pengereman dengan perlahan. Matikan mesin saat berhenti sebentar.

Langkah berikutnya, singkirkan beban berat yang tidak perlu. Biasanya seperti penggunaan rak atap dan beban atap dalam penggunaan harian. Optimalkan penggunaan AC juga fitur defroster kaca belakang.

Terakhir yang kerap dilupakan adalah selalu memeriksa tekanan ban secara teratus. Pastikan sesuai standar pabrikan dan tidak kurang atau lebih.

"Penggunaan gaya berkendara eco driving ini pastinya juga meningkatkan keselamatan di jalan raya. Selain itu, gaya berkendara seperti ini mengurangi biaya secara individual, armada maupun ekonomi. Kendaraan juga lebih sedikit keasusan artinya lebih sedikit biaya perawatan. Buat sekitar, pastinya lebih sedikit ganggunan kebisingan dan meningkatkan semua kenyamanan pada perjalanan yang sama," ucap Agus.

Sumber: Oto.com

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS