Bukan Sekadar Mobil Listrik, Ini Fokus Besar PEVC 2026

PEVC 2026 akan menjadi forum yang membahas peta jalan menuju Electrified Economy, termasuk strategi menghadapi perubahan geopolitik, memperkuat ketahanan energi

Diterbitkan 29 Juli 2026, 07:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Gemalindo Kreasi Indonesia bersiap menggelar PERIKLINDO Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026. Forum internasional yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Mövenpick Hotel Jakarta.

Mengusung tema "The Future of a Clean and Efficient Mobility", PEVC 2026 akan menjadi wadah diskusi strategis yang membahas perkembangan industri kendaraan listrik, investasi, teknologi, hingga transformasi ekonomi di era elektrifikasi.

Penyelenggaraan tahun ini melanjutkan kesuksesan PEVC yang sebelumnya digelar di Bali pada 2024 dan 2025. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kendaraan listrik, konferensi ini terus berkembang menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, serta perusahaan teknologi dari berbagai negara.

Percepatan transisi energi menjadikan elektrifikasi tidak lagi sekadar solusi untuk menekan emisi karbon. Kendaraan listrik kini dipandang sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing industri, memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi sumber daya mineral, hingga membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.

Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan mineral strategis, kapasitas manufaktur yang terus berkembang, serta besarnya pasar domestik.

Karena itu, PEVC 2026 akan menjadi forum yang membahas peta jalan menuju Electrified Economy, termasuk strategi menghadapi perubahan geopolitik, memperkuat ketahanan energi, mendorong industrialisasi berkelanjutan, dan mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Berbeda dari konferensi otomotif pada umumnya, PEVC 2026 menghadirkan pembahasan yang lebih luas. Tidak hanya membahas kendaraan listrik, konferensi ini juga akan mengupas dampak elektrifikasi terhadap berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, energi, logistik, investasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, hingga pembangunan smart city.

Sejumlah inovasi teknologi yang diperkirakan akan menjadi sorotan antara lain baterai generasi baru, teknologi ultra-fast charging, software-defined vehicle, kendaraan otonom, smart grid, elektrifikasi armada logistik, hingga penerapan kendaraan listrik pada sektor maritim, penerbangan, dan kawasan industri.

Berbagai teknologi tersebut dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi dan strategi bisnis industri kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.

Empat Tema Strategis PEVC 2026

Salah satu fokus utama PEVC 2026 adalah transformasi sektor logistik melalui elektrifikasi.

Pemanfaatan kendaraan listrik diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya logistik, menciptakan sistem distribusi yang lebih cerdas, serta memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan.

Selain itu, konferensi juga akan membahas peluang elektrifikasi di sektor maritim, penerbangan, kawasan industri, hingga pengembangan ekonomi sirkular baterai yang menjadi fondasi industri kendaraan listrik masa depan.

PEVC 2026 akan menghadirkan keynote speech serta empat sesi pleno yang membahas berbagai isu strategis industri kendaraan listrik global.

Tema pertama bertajuk "Indonesia Economic & Geopolitical Outlook 2027: Driving the Electrified Economy" akan membahas proyeksi ekonomi Indonesia di tengah perubahan geopolitik global, termasuk ketahanan rantai pasok, transisi energi, hingga peluang Indonesia menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan baterai.

Tema kedua, "The Next-Gen EV: Advanced Electrification & Autonomous Drive Technology", akan mengulas perkembangan teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya, seperti baterai berkapasitas tinggi, pengisian daya ultra-cepat, Artificial Intelligence (AI), software-defined vehicle, autonomous driving, hingga konektivitas digital.

Sementara itu, tema ketiga "Green Commercial Fleet: Transforming Logistics with Electric Vehicles" akan berfokus pada strategi elektrifikasi armada komersial, pengembangan infrastruktur pengisian daya, digitalisasi manajemen armada, serta upaya meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Adapun tema keempat "Beyond Roads & Last-Mile: Optimizing Urban Delivery, Maritime, and Industrial Electrification" akan membahas implementasi elektrifikasi di luar kendaraan penumpang, mulai dari distribusi perkotaan, sektor maritim, penerbangan, kawasan industri, hingga kendaraan dan alat berat berbasis listrik.

Melalui penyelenggaraan PEVC 2026, PERIKLINDO menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Lebih dari sekadar forum diskusi, konferensi ini diharapkan mampu menjadi katalis lahirnya kolaborasi, investasi, dan inovasi yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan investasi di sektor elektrifikasi, PEVC 2026 diharapkan menjadi salah satu forum penting yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong masa depan mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.