Sukses

Vladimir Putin Perintahkan Pengendalian Harga Mobil Baru di Rusia

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin, meminta kepada pemerintahannya untuk mengatur harga mobil baru. Hal tersebut, agar industri otomotif di negara itu tidak semakin ambruk, karena adanya upaya kenaikan harga yang tidak wajar.

Diberitakan Reuters, ditulis Jumat (18/11/2022), Putin mengatakan situasi saat ini tidak mudah, dan meminta pemerintah mempertimbangkan untuk membuat harga mobil baru lebih terjangkau. Hal itu, ia sampaikan saat berbicara dengan pejabat tinggi pemerintahan, pada Rabu (16/11/2022).

"Saya mau menarik perhatian Anda, atas kebutuhan konstan mengontrol harga, jadi saat kejadian sulit sekarang, yang kita semua sadari termasuk logistik tidak ada yang menyalahgunakan atau menaikkan harga kendaraan secara tidak wajar," ujar Putin.

"Saya harap, Anda dan Layanan Antimonopoli Federal melakukan ini sepanjang waktu," ucapnya lagi.

Penjualan mobil di Rusia sendiri, sudah terpuruk sejak negara tersebut memutuskan untuk melakukan invasi ke Ukraina, pada Februari lalu. Bahkan, tahun ini, penjualan mobil di Rusia diprediksi akan di bawah 1 juta unit, yang menjadi rekor terburuk sepanjang sejarah.

Penjualan mobil telah turun lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini, dan mungkin berakhir kurang dari seperempat dari penjualan satu dekade lalu. Menurut Maxim Sokolov, Kepala produsen mobil besar Rusia, Avtovaz.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Penjualan mobil terpuruk

Beberapa penurunan tahun ini, disebabkan penarikan massal produsen mobil asing di Rusia, seperti Renault dan Mercedes-Benz. Anjloknya permintaan karena mobilisasi massa untuk konflik Ukraina, juga menjadi salah satu penyebabnya.

Selain itu, kenaikan harga barang di Rusia, dan sulitnya mengamankan pasokan komponen impor, juga menjadi faktor menurunnya industri otomotif Rusia.

Saat ini, Rusia juga menjalani sanksi dari berbagai negara barat, sebagai respons penyerangan militer ke Ukrainal.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS