Sukses

Rolls-Royce Utamakan Kemewahan dibanding Teknologi, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Pabrikan mobil mewah Rolls-Royce tetap berkomitmen untuk mengutamakan kemewahan dibanding mengadopsi teknologi terbaru yang ada.

Hal ini terlihat dari mobil terbarunya, yaitu Ghost generasi kedua yang masih mengadopsi tombol-tombol fisik di bagian interior. Berbeda dibanding Mercedes-Benz S-Class terbaru yang sudah menggunakan teknologi layar sentuh.

Alex Innes, Head Designer Rolls-Royce, mengatakan sangat penting sekali untuk berhati-hati memilih teknologi teknologi terbaru.

" Kami tidak selalu yang pertama untuk mengadopsi teknologi baru, dan pilihan tersebut punya alasan yang kuat. Bagi kami, teknologi berfungsi untuk meningkatkan pengalaman apa yang diharapkan dari sebuah Rolls-Royce," ungkap Innes ke Autocar.  

"Digitalisasi memperlihatkan sebuah kesempatan dan kami akan meningkatkan kemampuan kami untuk menyesuaikan mesin yang sesuai dengan keinginan konsumen. Kami tidak akan sembarangan menggunakan teknologi, tapi kami bisa menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan. Sebuah Rolls-Royce seharusnya menjadi tempat istimewa bagi konsumen. Tanggung jawab kami untuk menyematkan teknologi tanpa melewati batas," lanjut Innes.

 

2 dari 5 halaman

Suspensi Canggih

Innes juga menambahkan alasan Phantom dan Ghost masih menggunakan tombol analog dibanding layar sentuh. Menurutnya, tombol analog lebih nyaman digunakan.

Dilansir Carscoops, meski Ghost tidak dipenuhi oleh layar sentuh di bagian kabin. Teknologi canggih terlihat pada suspensi yang bisa beradaptasi berdasarkan hasil tangkap sensor kamera membaca kondisi jalan.

3 dari 5 halaman

Rolls Royce Phantom Kelir Emas Ini Ternyata Armada Taksi

Rolls Royce dikenal sebagai brand mobil mewah dengan banderol selangit. Namun apa jadinya jika mobil mewah asal Inggris itu dijadikan armada taksi? 

Dikutip dari Carscoops, Selasa 10 Maret 2020, mobil Rolls Royce Phantom disulap menjadi taksi di Kerala, India. Ghost dipoles dengan cat emas kromatik.

Sputnik News memberitakan bahwa mobil mewah itu dimiliki jutawan lokal bernama Bobby Chemmanur. Mobil ini digunakan sebagai taksi untuk mengantar turis-turis kaya ke resornya.

Yang menarik, tarif taksi Phantom tidak akan mencekik leher para turis.

Gulf News mengabarkan, Chemmanur membagikan video melalui WhatsApp dan menyebut turis bisa menikmati layanan taksi selama tiga hari dan mendapatkan akomodasi dua malam.

Layanan ini setara dengan US$345 (Rp4,88 juta).

4 dari 5 halaman

Infografis Seluk-beluk Tes Medis Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: