Sukses

Terapkan Physical Distancing, Pria Ini Pakai Sepeda Setinggi 3,5 Meter

Liputan6.com, Jakarta - Selain menggunakan masker, cara mencegah penularan virus Corona Covid-19 adalah menerapkan physical distancing. Melihat imbauan tersebut, sejumlah masyarakat melakukan modifikasi agar kendaraan yang digunakan memiliki jarak ideal.

Meski demikian, tak jarang kendaraan yang digunakan justru membahayakan diri sendiri dan orang lain karena tidak memperhatikan sistem keamanannya, seperti pesepeda satu ini.

Dilansir akun Instagram @fakta.indo, Selasa (28/7/2020), terlihat seorang pria berkendara dengan sepeda setinggi 3,5 meter. Meski berbahaya, pesepeda yang tak diketahui identitasnya itu tak menggunakan alat pelindung diri.

Karena terlalu tinggi, pesepeda itu bahkan hampir menyentuh dahan sebuah pohon besar yang berada di pinggir jalan.

Dari keterangan video, diketahui pesepeda tersebut berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tengah berkendara bersama seorang rekannya, kendaraan yang digunakan berhasil menarik perhatian warga sekitar.

"Pesepeda gowes di Kabupaten Bulukumba ini punya ide kreatif agar selalu menjaga jarak di saat pandemi virus covid-19. Ia merancang sepeda setinggi 3,5 meter menggunakan rangka dari besi bekas," tulis keterangan video.

2 dari 4 halaman

Komentar Warganet

Tak hanya mendapat pujian, beberapa warganet justru mempertanyakan bagaimana cara pemuda tersebut turun dan cara menjaga keseimbangan saat berkendara.

"Kalo berhenti gimana wey. Ambruk dulu?," tulis @yusufkholilurrohman.

"boleh aja tpi jgn d jln raya lah, klo jatoh kan bisa nimpa pengendara lain, trus klo kelindes kendaraan lain kasian pengendara lain bkl kena kasus jg cuma gara2 org caper egois," tulis @ilen_s.

"Tutorial menyusahkan diri sendiri," tulis @drizky_pasha.

3 dari 4 halaman

Jadi Senjata Lawan Corona Covid-19, Ini Makna Sebenarnya Physical Distancing

Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar oleh virus Corona Covid-19. Untuk melawan pandemi ini, Pemerintah Indonesia mengupayakan beragam hal sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Beberapa standar yang diaplikasikan untuk diterapkan menjadi imbauan di Indonesia itu antara lain imbauan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Hal itu berarti, pemerintah ingin warganya melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing setidaknya dalam durasi 14 hari.

Kemudian, ada pula imbauan social distancing. Mengacu pada arti dalam Bahasa Indonesia, social distancing diartikan sebagai pembatasan sosial. 

Seperti diberitakan Bola.com, mengacu pada Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia, pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah.

Sosial distancing bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu.

Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.

Pembatasan sosial dalam hal ini adalah jaga jarak fisik atau yang belakangan populer dengan istilah physical distancing.

Belum lama ini, WHO meminta semua pihak terkait untuk lebih menggunakan istilah physical distancing ketimbang social distancing dalam perang melawan virus Corona penyebab COVID-19.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: