Sukses

Ford Mustang Mach-E, Si Kuda Liar yang Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta - Ford Mustang Mach-E menjadi anggota baru keluarga terbaru Mustang berbeda. Selain menjadi mobil listrik, Ford Mustang terbaru ini berwujud SUV. 

Sudah pasti terbentuk pandangan pro kontra dalam setiap ubahan identitas sebuah ikon. Beberapa tentu kecewa karena Ford membawa Mustang ke ‘jalan yang salah’. Baru kali ini diekspresikan sebagai sebuah kendaraan pengangkut penumpang nan praktis. Kendati begitu, diklaim tetap mengusung ide Amerika, meski terpengaruh kebutuhan pasar.

Terinspirasi dari nenek moyang, Mach-E membawa semangat kebebasan, kemajuan, performa tinggi dan sedikit membangkang. Mudah dicapai berkat motor listrik. Teknologi yang masih tergolong gres, namun mendapat kemudahan mencapai performa tinggi. Paling minimal, mendapat tenaga 255 Tk dengan torsi puncak 415 Nm.

Kala mengaspal pada 2020, Ford Mustang Mach-E ditawarkan dua opsi baterai serta dua sistem penggerak. Jarak jangkauan terjauh bisa diraih melalui baterai extended-range berpadu opsi penggerak dua roda. Dikabarkan sanggup menempuh sekitar 480 km dari satu kali pengisian. Sementara akselerasi lebih kencang dimiliki varian baterai standar berpenggerak empat roda. Kemampuan berlari ke 100 kpj, lebih cepat dari Porsche Macan tipe terendah.

 

2 dari 3 halaman

Varian Performa Tinggi

Andai kurang kencang, Ford punya varian performa tinggi GT dan GT Performance. Ditargetkan GT bersaing dengan Macan Turbo, berakselerasi di bawah empat detik. Sementara GT Performance mau mengadu 911 GTS pada tempo 3,5 detik. Di titik ini, potensi tenaga sudah pasti berlimpah. Keduanya sanggup menyemburkan daya 459 Tk / 830 Nm ke roda belakang atau depan.

Menyoal desain, tak bisa dipungkiri rupa Mach-E paling nyeleneh. Profil SUV kupe melunturkan guratan ikonik fastback. Namun karena membawa nama legendaris, Ford tetap mempertahankan ciri khas. Secara siluet tidak lembut dan ‘back to basic’ seperti kebanyakan EV. Usaha preservasi desain pun dieksekusi dengan membuat garis bonnet panjang, sehingga posisi kabin lebih mundur. Mencirikan postur mobil Rear Wheel Drive.

Wajahnya bisa diidentifikasi sebagai interpretasi Mustang terkini. Pendar mata memicing tajam, seolah mengintimidasi. Ada ilusi grille diapit lampu. Kami sebut ilusi, karena tanpa rongga dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kebutuhan udara hanya diperlukan baterai dan dicapai melalui kanal bawah. Identitas lain ditemukan pada buritan. Lampu tiga palang berdiri mengisi sudut terluar, menggambarkan kuda-kuda lebar dan stabil.

 

 

3 dari 3 halaman

Interior Sederhana

Interior dirancang sederhana tanpa banyak tombol, seperti mobil listrik lain. Seluruh pengaturan dilakukan melalui layar tengah 15,5 inci, mengadopsi perangkat infotainment SYNC teranyar. Menu dan interface diklaim mudah dioperasikan. Intuisi bisa dibangun, sehingga dapat memberikan saran navigasi bagi pengemudi. Update sistem memungkinkan peningkatan performa serta penambahan fitur di kemudian hari.

Unit mulai dijual pada 2020 dengan trim Premium dan First Edition saja. Model Select, California Route 1 dan GT Performance, baru mengaspal pada 2021. Harga kira-kira berada di kisaran 40.000 – 60.000 USD (Rp 563 – 845 jutaan) tergantung spesifikasi. Belum ada informasi spesifik soal banderol, meski begitu pemesanan telah dibuka pada situs Ford.

Sumber: Oto.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Limbah Kopi Dijadikan Komponen Mobil
Artikel Selanjutnya
Mobil Balap Ford v Ferrari Dilelang, Berminat?