Sukses

5 Jenis Kebotakan Ban Mobil yang Tak Merata

Liputan6.com, Jakarta - Ban mobil yang botak yang tidak merata bisa menimbulkan suara berisik dan rasa tidak nyaman saat berkendara. Dilansir laman resmi Auto2000, permukaan ban mobil tidak rata itu disebabkan oleh beberapa keausan pada bagian ban itu sendiri. Berikut jenis keausan penyebab permukaan ban mobil tidak rata:

1. Keausan Acak

Ada kondisi permukan ban aus tapi tidak merata. Selain itu, permukaan ban juga cenderung berbulu seperti terkena gesekan. Ternyata ini disebabkan karena sudut toe yang tidak tepat.

Sudut toe adalah posisi roda di mana bagian sisi belakang roda tidak lurus. Apabila sisi depan roda lebih keluar, maka disebut toe out. Sementara jika sisi belakang roda lebih keluar disebut toe in. Untuk mengatasi hal ini, harus dilakukan balancing roda dan spooring.

 

2 dari 5 halaman

2. Keausan Bagian Tengah

Jika ban aus tapi hanya di bagian tengahnya saja, itu menandakan tekanan angin ban terlalu tinggi. Sehingga bagian tengah ban akan lebih menonjol. Sehingga hanya bagian tengah ban yang bergesekan dengan permukaan jalan. Inilah yang membuat bagian tengah ban akan aus lebih cepat.

 

3 dari 5 halaman

3. Keausan Samping Luar-dalam

Keausan ban di sisi samping luar dan dalam terjadi karena tekanan angin di bawah standar. Saat ban kempes, maka lebar ban akan menjadi lebih besar karena bagian samping ban akan menjadi titik tumpu kendaraan. Dengan kata lain, saat ban kempis bagian samping ban yang akan bergesekan dengan aspal sehingga keausan ban di bagian samping akan lebih cepat.

 

4 dari 5 halaman

4. Keausan Bagian Luar

Posisi ban tidak segaris dengan permukaan jalan, bisa menyebabkan keausan di bagian luar. Dengan kata lain, sisi atas ban lebih keluar daripada sisi bawah ban. Kondisi ini sering disebut positive camber.

 

5 dari 5 halaman

Keausan Bagian Dalam

Sementara itu, jika ban bagian dalam saja yang aus, maka artinya negative camber terlalu besar. Negative camber adalah kondisi sisi bawah ban lebih keluar dibandingkan sisi atas ban. Solusinya, perhatikan kondisi bushing, spring, dan shock absorber. Jika lemah, segera ganti. Selain itu, perhatikan bawaan atau beban yang ditanggung mobil, pastikan tidak berlebihan.

Sumber: Otosia.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Renault Siapkan Mobil Listrik Murah, Harga Rp150 Jutaan
Artikel Selanjutnya
Cuaca Panas Tingkatkan Emisi Mesin Diesel hingga 30 Persen