Sukses

Tanding di Inggris, Mobil Mahasiswa ITS Jadi yang Tercepat dan Terhemat

Liputan6.com, London - ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membawa mobil Sapuangin ciptaannya sebagai juara dunia dalam Drivers' World Championship (DWC) yang digelar di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris, beberapa waktu lalu.

Sapuangin berhasil melewati trek sepanjang 6,7 km dan elevasi naik turun antara tiga hingga 12 meter. Setiap tim tentu merancang strateginya masing-masing.

"Ada yang setia menjaga kecepatan dalam strategi yang terukur karena race berlangsung dalam 10 lap. Sapuangin termasuk salah satunya," kata Billy Firmansyah, Manajer Nonteknis Tim Sapuangin ITS, dikutip dari laman resmi ITS.

Menurut Billy, Tim Sapuangin ITS sengaja memasang strategi dengan terus menggunakan kecepatan sedang di lap awal. Driver harus mengatur kecepatan yang tak boleh lebih dari 40 km/jam agar efisiensi energi menjadi seimbang.

Meski begitu, ITS selalu berada dalam posisi empat besar terdepan. Melihat kondisi bahan bakar yang masih memadai, Sapuangin tancap pedal gas dalam-dalam.

"Di putaran lap terakhir, Sapuangin akhirnya mampu menyalip mobil lawan dan berhasil menempati posisi terdepan," tuturnya.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Untuk diketahui, Final race DWC 2018 ini dihelat pada siang hari di saat musim panas dengan suhu sekitar 30 derajat Celcius. Bagi sebagian peserta yang berasal dari negara empat musim tentunya hal ini menjadi masalah tersendiri. Namun bagi Tim Sapuangin dan tim dari Indonesia lainnya, hal ini tidak menjadi masalah.

Sapuangin yang dinobatkan menjadi juara sebagai mobil tercepat dan terhemat, telah menyingkirkan lawannya yakni tim Sask Eco UC dari Kanada dan tim INSA de Toulouse dari Perancis yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Seperti diketahui, dalam ajang balap mobil hemat energi tersebut, wilayah Asia diwakili oleh tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS, ada tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sebelumnya, ketiga tim andalan Indonesia tersebut berhasil meraih tiket menuju grandfinal DWC 2018 di London, setelah menjadi tiga tercepat dalam final DWC Asia 2018 yang dihelat usai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura, Maret lalu.

Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.

Loading