Sukses

Siapakah Calon Raja Hatchback, Toyota Yaris atau Honda Jazz?

Liputan6.com, Jakarta Dengan berbagai tampilan yang lebih segar baik eksterior, interior dan tambahan fitur tak terkecuali fitur keselamatan, new Toyota Yaris mengalami kenaikan mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 3 jutaan. Untuk target penjualan, Toyota hanya mematok hatchback yang mulai dipasarkan sejak 2006 tersebut sebanyak 1.200 unit per bulan. Target ini dikhususkan bagi kaum muda yang berjiwa sporty.

Seperti diketahui Yaris memang hadir untuk menyaingi rival utamanya, yaitu Honda Jazz yang kini menjadi raja hatchback di pasar otomotif nasional.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), saat ini Toyota new Yaris secara wholesales (penjualan dari dealer ke pabrik) masih kalah dari Jazz.

Di 2016 Toyota Yaris terjual 15.369 unit selama satu tahun. Namun Honda Jazz sendiri di periode yang sama laku sebanyak 18.110 unit

Demikian juga dengan wholesales selama 2017, Toyota Yaris hanya tercatat 10.750 unit, sementara Honda Jazz terjual 16.100 unit.

Sedangkan di Januari 2018, Toyota Yaris terjual sangat sedikit, yaitu hanya 21 unit. Sementara Honda Jazz jauh berada di atas awan dengan raihan sebanyak 1.195 unit.

Menurut Anda, dengan adanya penyegaran di berbagai sektor, sanggupkah Toyota Yaris merebut takhta raja hatchback dari Honda Jazz di tahun 2018? Jangan lupa untuk mengikuti polling otomotif pekan ini.

 
1 dari 2 halaman

Honda CB150 Verza Unggul Tipis Melawan MegaPro

Polling otomotif pekan lalu mengajak pembaca setia Liputan6.com untuk memilih Honda CB150 Verza atau Honda MegaPro. Mengapa kedua motor bersaudara tersebut kami adu pada polling otomotif?

Keduanya identik dengan motor bergaya sport entry level. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai motor bapak-bapak yang dipakai untuk mencari nafkah keluarga. 

Yang paling penting, keduanya dibanderol dengan harga yang berbeda tipis. Honda CB150 Verza pelek jari-jari dibanderol Rp 19,3 juta sedangkan versi pelek palang dipatok Rp 19,95 juta. Sementara harga MegaPro Rp 21,775 juta atau hanya selisih Rp 1,825 juta dari Verza.

Meskipun keduanya sama-sama mengusung mesin 150 cc, ada beberapa komponen utama yang disebut-sebut menjadikan pembeda kelas di antara keduanya, yakni sistem rem dan suspensi. MegaPro lebih modern dengan menggunakan rem belakang cakram dan mengadopsi suspensi monoshock. Sementara Verza yang posisinya di bawah MegaPro menggunakan rem belakang tromol dan suspensi belakang ganda.

Lantas manakah motor pilihan pembaca?

Dari 1.050 peserta polling, 51 persen memilih Honda CB150 Verza, sedangkan Honda MegaPro memperoleh raihan suara hingga 49 persen. Angka tersebut menandakan ada konsumen yang rela membayar ekstra untuk mendapatkan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh CB150 Verza, yaitu rem belakang cakram dan suspensi monoshock.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Honda CB150 Verza Unggul Tipis Melawan MegaPro
Artikel Selanjutnya
Tentukan, Pilih CB150 Verza atau MegaPro?