Sukses

Mobil Nasional Vietnam Segera Lahir, Tampangnya Keren Banget

Liputan6.com, Hanoi - Ketika Indonesia masih berdebat soal keberadaan mobil nasional (mobnas), Vietnam sudah melangkah jauh lebih maju. Pasalnya, produsen mobnas Vietnam, Vinfast, sudah menunjuk satu perusahaan desain, Pininfarina, untuk mengembangkan sedan dan SUV pertama di negara tersebut.

Melansir Paultan, ditulis Kamis (15/2/2018), keputusan untuk menunjuk Pininfarina ini berdasarkan penilaian terbaik dari 20 desain yang dikirim oleh berbagai rumah desain terkenal.

Dalam proses penilaian, Vinfast meminta konsumen untuk memilih dari seluruh desain yang sesuai dengan tren dunia, dan selera serta pasar di Vietnam.

Dalam proses pemilihan tersebut dikuti oleh hampir 62 ribu konsumen, dan konsep sedan serta SUV milik Pininfarina mendapatkan suara terbanyak. Sudah jelas mengapa Pinifarina memenangkan tender, karena desain orisinal yang terdapat di sketsa tersebut.

"Keterlibatan langsung Pininfarina, salah satu merek desain terbaik di dunia, diharapkan membawa kecantikan modern namun dengan mempertahankan identitas Vietnam di dua mobil pertama ini," jelas Quang Viet Nguyen, vice president of Vingroup.

Vinfast berharap bisa menjadi produsen mobil papan atas di Asia Tenggara, dengan menghasilkan 500 ribu unit mobil per tahun pada 2025.

Perusahaan tersebut memperkirakan bisa memproduksi 100 hingga 200 ribu unit kendaraan per tahun pada tahap pertama. Jumlah tersebut, bakal didominasi model seperti sedan, SUV tujuh penumpang, dan motor listrik.

1 dari 2 halaman

Pabrik Vinfast

Vingroup, pengembang properti terkemuka, sebagai grup merek mobil nasional, Vinfast, telah mengumumkan peresmian pembangunan pabrik di Haiphong, Vietnam sebelah utara.

Pengumuman ini sebetulnya cukup mengagetkan. Sebab selama ini, Vietnam kurang terlihat menonjol di sektor otomotif. Bicara otomotif di Asia Tenggara selalu tentang Thailand dan Indonesia, dua pasar dan basis produksi terbesar yang dikuasai pabrikan asal Jepang.

Dilaporkan Reuters, proyek yang tahap pertamanya ini menghabiskan uang US$ 1 sampai 1,5 miliar merupakan bagian dari rencana ekspansi Vingroup ke industri berat Vietnam. Demikian seperti yang diungkapkan oleh wakil ketua perusahaan dalam pernyataan resmi.

Tidak main-main, meski baru membangun pabrik yang belum jadi saja, Vingroup telah mencanangkan target menjadi produsen mobil papan atas di Asia Tenggara. Itu artinya, mereka secara implisit mengatakan siap untuk bersaing dengan merek Jepang yang sudah punya akar yang sangat kuat.

Dengan begitu, pabrik ini tidak hanya bakal memproduksi mobil untuk dalam negeri saja, tetapi juga untuk meramaikan pasar ekspor.

Artikel Selanjutnya
Porsche Resmi Hadirkan 718 Cayman GTS di Indonesia, Seberapa Spesial?
Artikel Selanjutnya
Daftar Merek Otomotif Peserta GIIAS 2018