Sukses

Ferrari dan Intel Siapkan Drone Canggih, untuk Apa?

Liputan6.com, Las Vegas - Memasuki era teknologi modern dengan banyaknya mobil nirsopir yang diluncurkan, mungkin Ferrari menjadi salah satu mobil yang tidak mengeluarkan mobil nirsopir. Tapi bukan berarti pabrikan otomotif asal Italia ini tidak membawa teknologi baru ke Ferrari Challenge-nya.

Dilansir Carscoops, di Consumer Electronics Show (CES) 2018, Ferrari Amerika Utara mengumumkan rencana mereka yang bermitra dengan Intel selama tiga tahun terakhir ini, untuk menerapkan teknologi terbarunya.

Kedua perusahaan tersebut bekerja sama untuk membuat Artificial Intelligence (AI) Intel dan drone ke dalam seri balapnya karena dua alasan utama: memperbaiki pengalaman menonton bagi penggemar dan membantu pengemudi menyempurnakan kemampuan balapan mereka.

Nantinya, drone tersebut akan mencatat data setiap pengemudi saat balapan, yang kemudian akan disampaikan kembali ke tim dan penyiar.

Tim pembalap bisa memberi informasi bermanfaat kepada pembalapnya agar bisa lebih cepat. Penyiar, di sisi lain, bisa menggunakan data untuk membuat narasi yang lebih menarik.

 

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

Dengan melihat balapan Ferrari dari kamera drone merupakan ide yang bagus, karena penggemar akan lebih merasa diri mereka ikut serta langsung saat balapan. Hal itu dikarenakan data yang didapat mesin juga akan dilihat oleh penonton.

Bagi yang belum mengenal Ferrari Challenge, ini adalah seri balap untuk pemilik Ferrari 488. Mengikuti adu balap dengan mobil yang tidak murah ini akan melahirkan pembalap berpengalaman. Ferrari Challenge akan mulai menggunakan drone cerdas ini untuk musim 2018, yang akan dimulai pada 25 Januari di Daytona Beach, Florida.

2 dari 3 halaman

Edan, Buku Ferrari Bekas Seharga Mobil Mewah

Barang berbau merek mobil mewah Ferrari kerap dibanderol mahal. Tak terkecuali bila berstatus bekas. Setidaknya hal itu pula terjadi pada buku Ferrari yang diterbitkan pada 2011 oleh Kraken Opus, dengan judul The Official Ferrari Opus.

Dilansir Carscoops, Senin (13/11/2017), buku yang memiliki tebal 24 inci, 852 halaman, serta berat 80 kg, rencananya akan dijual melalui rumah lelang RM Sotheby, New York, Amerika Serikat.

 

 

Buku Ferrari yang diperkirakan dapat dijual dengan mahar di angka US$125 ribu sampai US$ 175 ribu (Rp 1,6 miliar sampai Rp 2,3 miliar) tersebut dibuat sangat ekslusif dan berbeda dengan buku pada umumnya. Bicara harga buku tersebut, tentu sama juga dengan satu mobil mewah di Indonesia.

Ini tak lain karena pengikat dan sampul buku dibuat dari bahan kulit asli ditambah warna khas Ferrari, merah. Serta logo kuda jingkrak yang ditaburi berlian.

Setiap pembelian buku ini akan disimpan di sebuat kotak dengan serat karbon. Selain itu, buku ini telah mendapatkan tanda tangan dari pengemudi Scuderia dan bos Ferrari kala itu, seperti Fernando Alonso, Felipe Massa, dan Luca di Montezemolo.

Buku Ferrari ini disebutkan berisikan cerita panjang mengenai perjalanan mobil berlambang kuda jingkrak dari masa ke masa. Selain itu, ada juga cerita kegiatan Ferrari di ajang balap. Untuk memberikan kesan ekslusif, buku ini hanya dijual satu di setiap negara. Karena itu, dipastikan buku ini jumlahnya kurang dari 200 eksemplar.

Tidak disebutkan, siapa orang yang menjual buku ini. Namun begitu, diperkirakan para pemilik buku Ferrari adalah orang kaya raya. Setidaknya, dia juga telah memiliki minimal dua Ferrari di garasi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Nissan Pamerkan Crossover Konsep, Secanggih Apa?
Artikel Selanjutnya
Samsung Diam-Diam Pamerkan Smartphone Layar Lipat di CES 2018