Sukses

Peringati Hari Pahlawan, Shopee Angkat Kiprah UMKM Lokal

 

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2023, yang jatuh pada tanggal 10 November lalu, salah satu marketplace Indonesia, Shopee, mengangkat perjalanan tiga pelaku UMKM yang berhasil jadi aktor pendukung dalam perekonomian digital di Indonesia. Ketiga pelaku UMKM tersebut ialah Herman Effendi, Dedi, serta pasangan suami istri Novian-Ega.

Berbagai program dan fitur, seperti kemudahan penarikan dana cepat hingga Program Ekspor terus diberikan oleh Shopee untuk para UMKM berkembang dan memberdayakan sesama. Ini merupakan bentuk komitmen Shopee sebagai rekan perjalanan UMKM lokal agar bisa jadi pahlawan di era revolusi teknologi.

Herman Effendi, awalnya hanya seorang remaja yang mencoba merantau ke Jakarta setelah harus putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Padang sekitar tahun 2000. Ia membantu rekannya berjualan stiker keliling di wilayah Jakarta Timur.

Namun, sebagai pedagang keliling yang omsetnya tidak menentu, Herman melihat perkembangan zaman dan mencoba untuk memanfaatkannya dengan memulai usaha online di Shopee. Setelah itu, pesanan yang diterimanya melonjak pesat sehingga membuat ia memutuskan untuk membuka toko sekaligus tempat produksi di daerah Jakarta Timur. Saat ini, Herman berhasil memberdayakan 9 orang karyawan.

“Alhamdulillah, dari yang tadinya 10 atau paling banyak 20 paket per hari, pesanan saya langsung melonjak sampai 50 paket per harinya berkat fitur affiliate, juga melalui kampanye tematik yang hadir setiap bulannya sehingga bisa berkembangan secara pesat. Yang paling saya syukuri, ya, karena bisa buka lapangan pekerjaan buat orang lain,” ujar Herman.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhika Jahja, memberikan apresiasi atas semangat juang yang ditunjukkan oleh para UMKM lokal. Selain itu, ia juga menjelaskan komitmen Shopee untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dan program yang dapat membantu pegiat UMKM lokal.

“Di Hari Pahlawan, kita merayakan semangat juang para pahlawan melalui kebangkitan perekonomian digital Indonesia. Shopee senang dapat ambil bagian untuk mengembangkan ekosistem bisnis digital di tanah air, menjadi sarana bagi para pahlawan UMKM lokal untuk dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif ke masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Handhika menambahkan, “Kami terus menghadirkan ragam inovasi dan program yang dapat mempermudah pegiat UMKM lokal dalam menjalankan bisnis dan mendukung ekonomi kerakyatan.”

2 dari 2 halaman

Kisah Lainnya

Kisah lain datang dari Dedi. Dulunya, ia adalah seorang pengrajin di sebuah konveksi. Kemudian, dengan modal seadanya, Dedi mencoba membuka usaha sendiri dan bergabung dengan Shopee sejak tahun 2018.

Saat ini, dalam sehari penjualan tas hasil produksinya bisa menyentuh angka 300 buah. Bahkan, saat Bulan Suci Ramadan, Dedi bisa melayani hingga 1000 paket per hari dengan omset mencapai ratusan juta. Berkat perkembangan bisnisnya, Dedi berhasil memberdayakan 70 orang sebagai karyawan untuk memproduksi tas dan mengelola toko onlinenya.

Tidak hanya di tanah air, Shopee juga mendukung para UMKM untuk melebarkan sayapnya hingga ke mancanegara melalui Program Ekspor Shopee.

Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti program ini adalah Novian dan Ega. Mereka adalah pasangan suami-istri pemilik merk Otsky yang sudah berhasil ekspor hingga ke Malaysia dan Singapura. Mereka membangun usahanya di tahun 2015 dan harus tutup karena pandemi Covid-19 di awal tahun 2020.

Setelahnya, mereka mencoba membuka toko online di Shopee, dan berhasil mencapai omset hingga milyaran rupiah per bulan. Berkat hal tersebut, pasangan suami-istri asal Bandar Lampung ini telah mempekerjakan hingga 50 orang karyawan.

(Rida Rasidi)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.