Sukses

Mereka yang Sukses Pensiun Dini dengan Mengubah Kebiasaan Pengeluaran

Liputan6.com, Jakarta Pensiun dengan sejahtera menjadi harapan banyak orang. Pensiun adalahb saat seseorang keluar dari rutinitas bekerja atau usaha.

Bagi yang kerap beraktivitas, memasuki masa pensiun kerap membuat kaget dengan perubahan aktivitas yang terjadi. Tak hanya soal aktivitas tetapi juga pemasukan keuangan.

Jika biasanya setiap bulan mendapatkan upah rutin, sekarang bisa jadi tidak sekali dalam sebulan Anda memiliki pendapatan.

Dilansir dari Bussines Insider,  beberapa orang ini mengaku kehidupan finansial yang justru membaik setelah memutuskan pensiun dini. Ini karena banyak pensiunan menurunkan biaya harian seperti makan dan biaya lainnya.

Siapa saja?

1. Steve Adcock

Adcock memutuskan untuk pensiun di umurnya yang 30 tahun. Dia mengaku  setelah pensiun akan menghabiskan lebih sedikit uang untuk kehidupan sehari-hari dan lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli pengalaman.

Sejak saat itu ia menghabiskan waktu sebagai pelancong. Adcock mengurangi pengeluaran seperti pakaian-pakaian bagus untuk ke kantor, serta barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaannya. Ia telah menurunkan pengeluaran sebesar USD 10 atau Rp 143 ribu hingga USD 15 atau Rp 214 ribu (1 USD = 14.291)

"Beberapa bulan kita tidak menghabiskan apa- apa. Tapi kami menghabiskan hal-hal menyenangkan saat kami melakukan perjalanan ke seluruh negeri." Jelas Adcock

 

 

2 dari 3 halaman

3. Karsten Jeske

Sama hal nya dengan Jason Fieber, Karsten mengurangi pengeluaran sehari-hari dengan pindah ke kota dengan biaya hidup lebih rendah.

Ia memutuskan pensiun saat usia 44 tahun dan mengajak keluarganya pindah dari San Fransisco ke negara bagian Washington untuk menurunkan biaya hidup dan beban pajak.

"Menurunkan pajak properti dan memotong beberapa pengeluaran kecil lainnya seperti makan siang dan pakaian kerja, kami mampu memotong biaya kami sekitar 50 persen" ungkap Karsten.

4. Joe Udo

Jode memutuskan pensiun di umurnya yang menginjak 40 tahun alasannya karena ingin mengurangi biaya pengasuh anak dan ingin menjadi ayah yang memiliki kedekatan dengan sang anak.

"Itu adalah penghematan terbesar dalam anggaran bulanan kami. Kami dulu membayar USD 1.100 atau Rp 16 juta (1 USD = Rp 14.284) untuk penitipan anak."

Joe mengaku bahwa pensiun dini memberi dia kemampuan lebih untuk menjadi ayah sehingga dia dan istrinya tidak perlu lagi menitipkan anaknya di tempat penitipan anak.

Semenjak pensiun Joe tidak banyak mengeluarkan uang untuk transportasi dan pakaian. Tetapi yang menjadi tanggungan terbesar adalah tagihan kebutuhan anak.

3 dari 3 halaman

5. Kristy Shen dan Bryce Leung

Kedua pasangan tersebut pensiun di umur 31 tahun lalu menjalankan situs web Millenial Revolution dan menghabiskan uang untuk perjalanan mengelilingi dunia daripada harus menghabiskan hidup di kota metropolitan.

Mereka telah berkeliling dunia selama empat tahun terakhir dan hidup dengan USD 30 ribu per tahun atau Rp 428 juta.

2. Jason Fieber

Jason Fieber memutuskan untuk pensiun diumurnya yang ke-33 tahun. Ia mengaku puas ketika berhenti bekerja "Rasanya seperti beban yang diangkat dari pundak saya, di mana saya tidak lagi harus terobsesi dengan tingkat tabungan, investasi, gaya hidup, dan lain-lain. Segalanya jauh lebih mudah," jelas Jason Fieber.

Fieber pindah ke Thailand untuk mengambil keuntungan seperti menghasilkan uang dalam ekonomi yang kuat seperti AS dan membelanjakan uang tersebut dalam ekonomi yang lebih lemah seperti Thailand. Hal itu dapat menurunkan biaya hidup sehari-hari dan sekaligus menikmati budaya asing.

Reporter : Chrismonica