Demonstrasi Menentang Kenaikan BBM Terus Berlangsung

Sejumlah elemen masyarakat di Jakarta berunjuk rasa menentang kenaikan harga BBM. Mereka menilai kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya. Pemerintah berniat menaikkan harga BBM Maret mendatang.

Diterbitkan 10 Januari 2005, 14:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Aksi menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak terus berlangsung. Di beberapa tempat di Jakarta, Senin (10/1), sejumlah elemen masyarakat memprotes kenaikan harga BBM, termasuk rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis lainnya. Sejauh ini, pemerintah memang baru menaikkan harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Plus serta elpiji.

Pengunjuk rasa menilai, pemerintah tak mempunyai alasan logis. Di samping itu, Indonesia kini sedang berduka karena gempa bumi dan Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara.

Dalam demonstrasi yang berlangsung di kampus Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, para mahasiswa mendesak pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM. Mereka menilai kondisi rakyat dalam kondisi memprihatinkan. Mereka juga khawatir kenaikan harga BBM akan memicu melonjaknya harga bahan pokok lainnya.

Sementara dalam unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, puluhan ibu-ibu meminta pemerintah tak mengurangi subsidi BBM. Untuk menambah subsidi BBM, pengunjuk rasa mengusulkan agar para koruptor di Pertamina ditangkap dan diambil hartanya.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebesar 40 persen untuk menekan subsidi hingga Rp 60 triliun. Potongan subsidi ini sebagian akan dialokasikan untuk rehabilitasi Nanggroe Aceh Darussalam yang porak-poranda diterjang gempa dan Tsunami. Rencana kenaikan harga BBM kemungkinan diumumkan Maret mendatang saat tingkat inflasi diperkirakan tidak terlampau tinggi [baca: Harga BBM Tetap Naik Tahun Ini ].(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6