Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono resmi menerima serah terima jabatan dari pendahulunya, Pratikno, Senin (5/10/2026).
Serah terima jabatan tersebut menandai dimulainya tugas Sugiono sebagai Menko PMK setelah sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 untuk menggantikan Pratikno.
Dalam kesempatan tersebut, Pratikno menyampaikan sejumlah hal mengenai tugas dan cakupan Kemenko PMK kepada Sugiono. Dia menjelaskan kementerian tersebut memiliki lima kedeputian yang menangani bidang keluarga, anak, perempuan dan penyandang disabilitas, kesehatan, pendidikan, karakter dan keagamaan, serta kebencanaan.
Advertisement
Pratikno juga menyebut Kemenko PMK mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga serta memiliki mandat besar dalam pembangunan manusia.
Pratikno mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak hanya diarahkan agar mampu bersaing secara global. Pemerintah juga perlu memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.
Pratikno mengatakan Kemenko PMK memiliki mandat besar dalam mengurus berbagai persoalan kemanusiaan. Menurutnya, pembangunan SDM harus berjalan beriringan dengan upaya memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat perhatian pemerintah.
"Memang kita mendapatkan mandat bagaimana kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally competitive, tapi saya selalu mengatakan kita juga ngurusi jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal," kata Pratikno.
Dia kemudian menekankan pentingnya prinsip “no one left behind” dalam pelaksanaan tugas Kemenko PMK.
"Jadi globally competitive, tapi juga sekaligus no one left behind," ujarnya.
Pratikno menjelaskan, Kemenko PMK menangani berbagai bidang yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Saat ini terdapat lima deputi yang menangani urusan keluarga, anak, perempuan dan penyandang disabilitas; kesehatan; pendidikan; karakter dan keagamaan; serta kebencanaan.
Menurut Pratikno, luasnya cakupan tersebut membuat Kemenko PMK memiliki tanggung jawab yang besar dalam memastikan pembangunan manusia berjalan secara menyeluruh.
Sementara itu, Sugiono mengatakan dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan Pratikno. Dia menyebut Kemenko PMK memiliki tanggung jawab yang mencakup kehidupan manusia Indonesia sejak lahir hingga meninggal.
"Tanggung jawab yang diemban oleh kementerian ini merupakan tanggung jawab yang meng-cover kehidupan manusia Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal," ujar Sugiono.
Sugiono juga menyebut sejumlah fokus yang akan terus dipantau dalam menjalankan tugasnya, di antaranya pendidikan, kesehatan, dan ketahanan bencana. Menurutnya, Kemenko PMK memiliki peran strategis dalam menyinergikan dan mengorkestrasi kementerian di bawah koordinasinya agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik.
Mandat Besar Kemenko PMK
Sugiono menyebut terdapat empat klaster utama yang menjadi fokus Kemenko PMK, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, serta penurunan kemiskinan.
"Bapak Presiden tengah melakukan sebuah transformasi besar bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah membangun manusia Indonesia unggul. Dan inilah yang menjadi tugas kita ke depan, memastikan agenda-agenda tersebut dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran," ujar Sugiono.
Sugiono mengatakan pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun manusia Indonesia yang unggul. Sejumlah program prioritas pemerintah disebut perlu dipastikan pelaksanaannya.
Di antaranya renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan 500 sekolah raya dan 500 sekolah nasional terintegrasi, serta transformasi 100 sekolah Garuda.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan guru, digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 1 juta interactive flat panel, pembangunan universitas berbasis STEM, akademi olahraga nasional, hingga penghimpunan talenta diaspora Indonesia.
Sugiono juga menyebut rencana pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri masih dalam pembahasan di Kemenko PMK.
"Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul," katanya.
Klaster kedua yang menjadi perhatian yakni bidang kesehatan. Sugiono menyebut pemerintah mencanangkan transformasi sektor kesehatan melalui sejumlah program, termasuk renovasi 10 ribu puskesmas dan pembangunan serta revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah.
Selanjutnya, pemerintah akan memperkuat ketahanan bencana. Sugiono menilai hal ini penting mengingat Indonesia berada di wilayah ring of fire dan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.
Upaya yang dilakukan antara lain membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui early warning system, meningkatkan kapasitas penanganan bencana, serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Klaster terakhir yakni penurunan kemiskinan. Sugiono mengatakan pemerintah akan memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program, dengan intervensi yang diprioritaskan kepada kelompok rentan.
"Bantuan sosial dan intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada fakir miskin dan anak yatim serta keluarga yang tidak mampu. Kemudian kelompok disabilitas dan lansia, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari visi besar untuk membangun manusia Indonesia yang unggul. Kemenko PMK, kata dia, memiliki tugas memastikan berbagai program tersebut berjalan sesuai target.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365776/original/019071900_1791193090-IMG_0005.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363921/original/044870600_1790925672-IMG_9323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8066561/original/027180100_1780911229-Pelantikan_BGN_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363153/original/025739200_1790842218-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_14.32.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322592/original/034096100_1786539980-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_16.46.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321359/original/040865600_1786440061-Menko_PMK_Pratikno_rakor_kebakaran_bromo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321505/original/097780700_1786445153-Pratikno_cek_kondisi_kebakaran_Bromo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429260/original/030041500_1764578706-Menteri_Koordinator_Bidang_Pembangunan_Manusia_dan_Kebudayaan__Menko_PMK___Pratikno__Membahas_Perihal_Screen_Time_dan_Kesehatan_Mental_Anak.jpg)