Liputan6.com, Jakarta - Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tamsil Linrung, buka suara soal dua kasus besar yang terjadi di sekolah mereka. Dua kasus yang dimaksud yakni dugaan bullying atau perundungan dan pelecehan dalam kegiatan Pramuka pada akhir Agustus lalu.
Pihak sekolah mendukung segala proses hukum atas dua dugaan peristiwa yang menimpa siswanya. Tamsil mewakil pihak sekolah meminta maaf dan menganggap kejadian itu sebagai musibah.
​"Pertama, permohonan maaf dan keprihatinan kami. Kepada siswa dan keluarga yang terdampak, saya menghaturkan permohonan maaf yang tulus dan sedalam-dalamnya. Tidak ada alasan yang bisa membenarkan seorang anak pulang dari kegiatan sekolah dengan luka fisik maupun psikis, apalagi trauma yang membuatnya harus meninggalkan lingkungan belajar," ungkapnya.
Advertisement
Untuk kasus pelecehan, pihak sekolah akan memberikan pendampingan dan pemulihan baik pada korban maupun keluarganya. Pihak sekolah juga berjanji mengawal proses hukum sampai tuntas. Dipastikan tidak ada intervensi dari dirinya, dari yayasan, atau dari siapa pun. Termasuk untuk para pelaku, tidak ada perlakuan istimewa bagi siswa mana pun, apa pun latar belakang orang tuanya.
"Saya menegaskan, tidak ada ruang sedikit pun di ICM bagi tindakan yang menciderai kemanusiaan, keselamatan anak, dan akhlakul karimah. Pengelolaan sekolah berasrama memang tidak sederhana. Tetapi kerumitan itu tidak akan pernah kami jadikan alasan untuk berpaling dari tanggung jawab," katanya.
Â
Siswa Terlibat Perundungan Disanksi
Sementara untuk kasus perundungan, katanya, pihak sekolah akan memberikan sanksi kepada siswa dan pembina yang terkait. Selain itu memfasilitasi pertemuan antar orang tua, serta melaporkan kejadian ini kepada Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
"Saya juga memahami adanya keberatan dari pihak keluarga korban terkait respons sekolah, dan itulah yang akan kami telusuri lebih dalam.
​Tamsil kembali menegaskan, soal perlakuan pada para pelaku kejahatan di lingkungan sekolah adalah setara. ICM sejak awal didirikan sebagai sekolah terbuka bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk melalui program beasiswa penuh hingga uang saku bulanan bagi siswa dari kalangan dhuafa, yang kami jalankan bersama lembaga pengelola zakat nasional.
"Prinsip saya sederhana, begitu seorang anak masuk gerbang sekolah, ia tunduk pada aturan yang sama. Identitasnya cuma satu, sebagai pelajar yang ingin tumbuh dan berkembang bersama ICM. Terlepas dari siapa pun orang tuanya. Relasi personal, jabatan, atau kedekatan politik tidak memengaruhi bagaimana persoalan seorang anak ditangani. Ukurannya adalah fakta, aturan, dan kepentingan terbaik bagi anak,"tegasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359742/original/014720700_1790573611-HOAX__26_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359880/original/077733700_1790582075-Cek_fakta_-_Romo_Koko_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)