Kemdiktisaintek Hitung Biaya Kuliah Gratis di PTN

Selain menghitung kebutuhan biaya per mahasiswa, Kemdiktisaintek memetakan kondisi masing-masing PTN.

Diterbitkan 22 September 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemdiktisaintek hitung kebutuhan biaya pendidikan gratis PTN sesuai arahan Presiden.
  • Data pemetaan PTN dan mahasiswa dikumpulkan untuk laporan ke Presiden.
  • Penerapan gratis bisa bertahap, utamakan akses bagi masyarakat tidak mampu.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menghitung kebutuhan pembiayaan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan penghitungan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan standar pembiayaan setiap mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi," kata Brian, Selasa (22/9/2026).

Selain menghitung kebutuhan biaya per mahasiswa, Kemdiktisaintek memetakan kondisi masing-masing PTN, termasuk kebutuhan perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan pembiayaan secara lebih menyeluruh.

Hasil penghitungan dan pemetaan selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan skema dan tahapan penerapan pendidikan gratis di PTN.

Bisa Dimulai Bertahap

Brian mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan penerapan kebijakan secara langsung apabila seluruh prasyarat telah terpenuhi. Namun, jika belum memungkinkan, kebijakan tersebut dapat diterapkan secara bertahap.

"Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat pentahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan," ujarnya.

Menurut Brian, penghitungan dan pemetaan masih terus dilakukan untuk memastikan kebijakan yang disiapkan memiliki basis data yang memadai. Pemerintah juga mempertimbangkan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di seluruh PTN, bukan hanya biaya pendidikan mahasiswa.

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek juga mengevaluasi berbagai bentuk dukungan yang telah berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Berbagai opsi tersebut dikaji untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi tidak mampu, tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

"Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu," tutur Brian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6