Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga mandeknya pembangunan Monorel hingga saat ini karena belum ada pinjaman. Hutang tiang Monorel sebesar Rp 193 miliar ke PT Adhi Karya pun tidak mampu ditutupi.
"Nggak bisa tutupi. Saya kira mereka nggak dapat pinjaman untuk bisa bayar Adhi Karya segala macam," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, apabila pihak Jakarta Monorail memiliki dana seharusnya pembangunan sudah bisa dilaksanakan. Namun, walaupun biaya pembangunan tersedia tetapi pinjaman dana tidak juga diberikan, hal itu berarti proyek monorel diragukan kelayakannya.
"Itu logikanya. Perusahaan lain nggak ada yang ngajuin bayar, juga nggak jalan-jalan pembangunannya. Kalau swasta kan gampang sistemnya. Kalau bagus proyeknya, pasti masuk semua dana. Kalau nggak bagus, pasti berhenti," tuturnya.
Namun, Ahok mengaku hingga saat ini belum mengetahui alasan detail mengapa proyek tersebut terkesan berhenti. Yang pasti, bila hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan Monorel belum juga dikerjakan, maka proyek itu tidak akan dilanjutkan izinnya.
"Kita nggak tahu alasannya. Kalau dia sampai batas waktu kapan, tidak dikerjain, kita mau cabut," kata pria kelahiran 1966 itu.
Sementara, Juru Bicara PT Jakarta Monorail, Bovananto membantah dugaan Ahok. Menurut dia, sejak Oktober tahun lalu PT Jakarta Monorail telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 15 triliun dan telah ditandatangani oleh Presiden SBY dan Presiden RRC Xi Jinping. Sehingga tidak mungkin pembangunan terkendala dana.
"Dari Oktober kita sudah dapat pinjaman. Plafon anggaran Rp 15 triliun. Terbagi untuk infrastruktur, fisik stasiun, fasilitas maintenance dan depo," ungkap Bovananto. (Mut/Ism)
Baca juga:
"Nggak bisa tutupi. Saya kira mereka nggak dapat pinjaman untuk bisa bayar Adhi Karya segala macam," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, apabila pihak Jakarta Monorail memiliki dana seharusnya pembangunan sudah bisa dilaksanakan. Namun, walaupun biaya pembangunan tersedia tetapi pinjaman dana tidak juga diberikan, hal itu berarti proyek monorel diragukan kelayakannya.
"Itu logikanya. Perusahaan lain nggak ada yang ngajuin bayar, juga nggak jalan-jalan pembangunannya. Kalau swasta kan gampang sistemnya. Kalau bagus proyeknya, pasti masuk semua dana. Kalau nggak bagus, pasti berhenti," tuturnya.
Namun, Ahok mengaku hingga saat ini belum mengetahui alasan detail mengapa proyek tersebut terkesan berhenti. Yang pasti, bila hingga tenggat waktu yang telah ditetapkan Monorel belum juga dikerjakan, maka proyek itu tidak akan dilanjutkan izinnya.
"Kita nggak tahu alasannya. Kalau dia sampai batas waktu kapan, tidak dikerjain, kita mau cabut," kata pria kelahiran 1966 itu.
Sementara, Juru Bicara PT Jakarta Monorail, Bovananto membantah dugaan Ahok. Menurut dia, sejak Oktober tahun lalu PT Jakarta Monorail telah memperoleh pinjaman sebesar Rp 15 triliun dan telah ditandatangani oleh Presiden SBY dan Presiden RRC Xi Jinping. Sehingga tidak mungkin pembangunan terkendala dana.
"Dari Oktober kita sudah dapat pinjaman. Plafon anggaran Rp 15 triliun. Terbagi untuk infrastruktur, fisik stasiun, fasilitas maintenance dan depo," ungkap Bovananto. (Mut/Ism)
Baca juga:
Monorel Mandek, Ahok: Kalau Loe Nggak Jalan, Gue Cut
Adhi Karya Garap Bisnis Hotel dan Monorel
DPRD DKI Geram Proyek Monorel Tak Kunjung Mulai
Advertisement
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426401/original/044620800_1764304062-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-28T112538.162.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360171/original/015599500_1790593922-Cek_Fakta_-_Sri_Mulyani_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290555/original/019424000_1753145219-1000011471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/635613/original/ahok-transjakarta-140212a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216080/original/055361000_1461726633-Ahok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8792896/original/036028900_1782899413-381e1ca3-cd6f-454b-822e-bafb132a46c8.jpg)