Hadapi Abu Anak Krakatau, Seskab Teddy Ingatkan Warga Pakai Masker N95

Teddy mengingatkan masyarakat menggunakan masker N95 atau KN95, melindungi mata, hingga mengurangi aktivitas di ruang terbuka selama sebaran abu vulkanik.

Diterbitkan 06 September 2026, 17:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Masyarakat diimbau pakai masker N95/KN95 dan kacamata pelindung di luar rumah.
  • Kurangi kecepatan berkendara karena abu vulkanik licin dan ganggu jarak pandang.
  • Abu vulkanik Anak Krakatau capai Jakarta, penerbangan Soetta dihentikan sementara.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Teddy meminta masyarakat menggunakan masker N95 atau KN95 saat harus beraktivitas di luar rumah.

"Apabila hendak keluar rumah, gunakan masker yang tepat, seperti masker N95 atau KN95 untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik," kata Teddy dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Masyarakat juga diminta menggunakan kacamata pelindung dan menghindari penggunaan lensa kontak atau softlens. Selain itu, aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dikurangi selama udara masih dipenuhi abu vulkanik.

Saat berkendara, masyarakat diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang serta membuat permukaan jalan licin.

"Keempat, kurangi kecepatan & tingkatkan kewaspadaan saat berkendara. Debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta membuat permukaan jalan licin," jelasnya.

Teddy juga mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan.

Sementara untuk keselamatan penerbangan, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara.

"Demi keselamatan, penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB. (Update terkait perubahan tujuan/kompensasi akan disampaikan secara berkala oleh Kemenhub)," pungkas Teddy.

 

Abu Vulkanik Mencapai Jakarta

 

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah Jakarta dan Jawa Barat pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 WIB.

BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG di akun Instagram resminya @infobmkg, Minggu (6/9/2026).

Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur-selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Klaster kedua bergerak ke arah barat daya-barat laut. Sebarannya mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten. Sebaran ini mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki.

"Sementara pada ketinggian hingga 50.000 ft, sebaran teramati ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten," jelasnya.

Untuk periode 6-8 September 2026, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau secara umum diprakirakan cerah hingga berawan. Angin dominan bertiup dari timur-tenggara dengan kecepatan sekitar 31-37 km/jam.

"Masyarakat dan pengguna transportasi di sekitar wilayah terdampak diimbau untuk terus memperhatikan perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait," kata BMKG.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6