Efek Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Lebih dari 12 Ribu Penumpang Kereta Datang ke Banyuwangi

BEC 2026 berdampak pada lonjakan wisatawan ke Banyuwangi. KAI mencatat lebih dari 12 ribu penumpang tiba selama periode 17-19 Juli 2026.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BEC 2026 tingkatkan mobilitas wisatawan, KAI Daop 9 Jember catat lonjakan penumpang.
  • Banyuwangi jadi tujuan utama, menyumbang >50% mobilitas penumpang KAI Daop 9 Jember.
  • BEC berdampak positif pada ekonomi lokal, tingkatkan okupansi penginapan dan omset pedagang.

Liputan6.com, Banyuwangi - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tak hanya menghadirkan parade budaya yang memikat ribuan penonton, tetapi juga memberi dampak terhadap peningkatan mobilitas wisatawan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat lonjakan jumlah penumpang selama akhir pekan yang bertepatan dengan penyelenggaraan BEC pada 17-19 Juli 2026.

Selama periode tersebut, total pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember, baik yang berangkat maupun datang, mencapai 47.797 penumpang.

Manager Hukum dan Humas PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan Banyuwangi menjadi salah satu destinasi utama perjalanan masyarakat selama penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival.

"Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tersebut. Tercatat sebanyak 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi, sementara 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut," kata Cahyo.

Dengan demikian, total mobilitas penumpang yang datang maupun berangkat dari Banyuwangi mencapai 24.574 penumpang selama tiga hari.

"Jumlah ini berkontribusi lebih dari 50% dari total penumpang di Daop 9 Jember," lanjutnya.

BEC Jadi Magnet Wisatawan, KAI Catat Lonjakan Mobilitas

Cahyo menyebut, meningkatnya jumlah pelanggan pada periode ini tidak terlepas dari adanya berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di Banyuwangi, salah satunya Banyuwangi Ethno Carnival, yang setiap tahunnya menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.

"Momentum penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan KAI untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya," ujar Cahyo.

Menurut Cahyo, KAI Daop 9 Jember terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal selama berlangsungnya berbagai agenda nasional maupun daerah. 

"Selain memastikan kesiapan operasional perjalanan kereta api, KAI juga mengoptimalkan pelayanan di stasiun agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman," sebutnya.

Setiap tahunnya BEC selalu menarik antusiasme ribuan wisatawan dan warga lokal. Tahun ini BEC menyuguhkan parade spektakuler kostum etnik dengan tema "Perang Bayu", sebuah kisah heroik warga Banyuwangi melawan penjajahan Belanda di abad ke-18 dan menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan bahwa salah satu tujuan digelarnya event adalah menarik orang untuk mengunjungi Banyuwangi. Datangnya orang ke Banyuwangi, kata dia, akan berdampak ganda pada banyak sektor. 

"Inilah maksud kami menggelar event, akan berdampak pada pergerakan ekonomi daerah. Orang berwisata akan spending pada homestay, berkuliner, hingga membeli oleh-oleh. Penginapan di wilayah kota semua penuh, jualan pedagang juga omsetnya naik," kata Ipuk. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6