Densus: Pelajar MAN 3 Padang Bawa Beberapa Bom Rakitan, 1 Meledak

Densus 88 mengatakan ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang berkategori low explosive atau berdaya ledak rendah.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 19:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ledakan low explosive terjadi di MAN 3 Padang, tidak ada korban jiwa.
  • Pelaku, RGJ (17), merakit bom sendiri dan bergabung grup daring bahan peledak.
  • Polisi masih mendalami motif dan sasaran pelaku dalam insiden ini.

Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri memastikan ledakan yang terjadi di lingkungan MAN 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026), merupakan ledakan berkategori low explosive atau berdaya ledak rendah.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, dari beberapa bom rakitan yang diduga dibuat pelajar berinisial RGJ (17), hanya satu yang sempat meledak.

“Benar mas, dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Mayndra saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).

Meski sempat terjadi ledakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kasus itu bermula saat petugas keamanan MAN 3 Padang menemukan barang mencurigakan di lingkungan sekolah pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan tersebut langsung diamankan sebelum dilaporkan kepada kepolisian.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menyita sejumlah barang, di antaranya kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa barang lainnya yang diduga berkaitan dengan perakitan bom.

Penyelidikan awal kemudian mengarah kepada RGJ yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut. Polisi juga masih mendalami identitas orang yang akan menjadi sasaran dalam tindakan nekatnya.

“Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman,” ujar Mayndra.

Berdasarkan pengakuan awal, perangkat tersebut diduga dirakit sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya.

 

Masih Pendalaman

RGJ juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup di dunia maya yang membahas pembuatan bahan peledak.

“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” kata Mayndra.

Dalam peristiwa itu sempat terjadi satu kali ledakan di area samping ruang kelas. Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

“Meledak sekali, di samping kelas. Tidak ada korban,” ujar Mayndra.

Saat ini RGJ beserta barang bukti telah diamankan guna kepentingan penyelidikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6