Penampakan Barang Bukti Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Densus 88 Amankan Barang Bukti Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Ada Petasan hingga Baut.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 18:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Densus 88 amankan bukti bom rakitan dari siswa MAN 3 Padang.
  • Bukti meliputi petasan, pisau, kelereng, baut; dirakit di rumah.
  • Pelaku belajar daring, terinspirasi bom SMA 72 Jakarta 2025.

Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ledakan bom rakitan yang diduga melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.

Barang bukti yang diamankan antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, hingga baut.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, barang-barang tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Usai menerima laporan, Mayndra menyebut pihaknya melakukan penanganan awal terhadap R. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelajar tersebut diduga sebagai pemilik barang-barang yang diamankan.

Mayndra menjelaskan, identitas korban yang disebut menjadi sasaran rencana tindakan masih berasal dari keterangan terduga pelaku. Informasi tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik.

“Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman,” ujarnya.

Menurut pengakuan awal, R mempelajari cara membuat bahan peledak melalui internet dan mengaku terinspirasi dari peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025. Ia menegaskan keterangan itu masih diverifikasi.

“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” kata Mayndra.

 

Dirakit di Rumah

Dari pemeriksaan awal juga diperoleh keterangan bahwa perangkat diduga dirakit sendiri di rumah menggunakan bahan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya. R juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

“Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” ucap Mayndra.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh barang bukti telah diamankan, sementara Densus 88 bersama Polda Sumbar masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan motif kasus tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6