KPK Telusuri Aset Adik Ratu Atut di Bali

KPK terus mendalami kasus dugaan pencucian uang erkait korupsi alat kesehatan di Provinsi Banten dengan tersangka Wawan, adik Ratu Atut.

Diterbitkan 22 Januari 2014, 11:48 WIB
Copy Link
Batalkan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi alat kesehatan di Provinsi Banten dengan tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. Kali ini, KPK memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui kepemilikan aset adik Gubernur Banten Ratu Atut yang berada di Bali.

"Saksi-saksi akan diperiksa sebagai saksi TCW (Tubagus Chaery Wardana)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Para saksi itu yakni, Kurrotul Aini selaku Staf Keuangan PT Bali Pasific Pragama, Cokorda Oka Pemadi Pemayun dan Nyoman Sutjining selaku notaris, Ida Bagus Gaga Adi Saputra selaku Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Gianyar, serta Abdul Rohman selaku office boy di PT Bali Pasific Pragma.

Pada perkara ini, KPK sudah menyita aset milik Wawan yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berupa tanah seluas 2 hektar di Subak Semujan, Jalan Bisma, Ubud, Bali pada akhir Oktober 2013. (Mut/Ism)

Baca juga:
Ratu Tatu: Penahanan Ratu Atut Bak Kepompong Jadi Kupu-kupu
KPK Buru Aset Adik Atut yang Diduga Hasil Pencucian Uang
Kasus Pencucian Uang, Bos Perusahaan Adik Atut Diperiksa KPK

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6